Sirah Nabawi -part 20- Perang Bani Lihyan

Episode 20.2
Chapter: Perang Bani Lihyan

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Masih ingat dengan peristiwa Ar-Raji’? (Episode 16.5, Chapter: Ekspedisi Raji’) Saat itu, Bani Lihyan mengkhianati sepuluh sahabat Rasulullah saw dan membunuh para sahabat itu. Setelah itu, Bani Lihyan berkeliaran dari Hijaz hingga perbatasan Asafan.

Tindakan biadab mereka tentu saja tak bisa dibiarkan.

Rasulullah saw sebenarnya ingin menyerang mereka yang telah bertindak kejam kepada para sahabatnya. Namun, beliau menundanya karena masih menghadapi ancaman kaum musyrik. Saat itu, kaum Muslim tengah bersiap menghadapi Perang Ahzab yang menguras fisik dan pikiran.

Setelah Perang Ahzab dan Bani Quraizhah, Rasulullah saw baru memutuskan untuk menyerang mereka karena merasa ancaman terhadap kaum Muslim telah berkurang.

Pasukan perang disiapkan. Madinah diamanahkan kepada Ibnu Ummu Makhthum.

Tepat pada bulan Rabiul Awal tahun ke-6 Hijriah, sejumlah 200 sahabat diriingi 20 penunggang kuda berangkat menuju tempat Bani Lihyan. Rasulullah saw sendiri yang memimpin pasukan ini, maka ini disebut Ghoswah Bani Lihyan, karena beliau ikut di dalamnya.

Rasulullah saw memacu kudanya hingga tiba di Ghuran, suatu lembah yang terletak antara Amaj dan Usfan. Di tempat itulah para sahabat Rasulullah saw dibunuh Bani Lihyan.

Raut duka terpancar dari wajah Rasulullah saw. Sayup-sayup terdengar doa dari mulut beliau, “Allahummaghfirlahum warhamhum..” Rasulullah saw tinggal di tempat itu selama dua hari.

Orang-orang Bani Lihyan segera melarikan diri ke puncak-puncak gunung ketika mengetahui kedatangan kaum Muslim. Para sahabat mengejar mereka, tetapi tak berhasil menangkap satu orang pun.

Rasulullah saw lalu pergi ke Usfan dan mengutus sepuluh orang penunggang kuda pergi ke Kura al-Ghamim. Tujuannnya untuk menyampaikan berita kaburnya orang-orang Bani Lihyan kepada kaum Quraisy sehingga mereka menjadi ketakutan.

Setelah itu, beliau beserta pasukannya kembali ke Madinah. Tercatat, selama 14 hari mereka meninggalkan Madinah.

*tobecontinued*

Credit and Thanks to Abi Makki, Allah yubarik fiih..

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link: http://www.4shared.com/mp3/79P6wHgS/sirah_nabawi_20_serang_balik_k.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s