Sirah Nabawi -part 19- Perbedaan Ijtihad

Episode 19.4
Chapter: Perbedaan Ijtihad

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Usai sudah Perang Ahzab yang menguras tenaga serta pikiran kaum Muslim. Rasulullah saw melangkah pulang ke rumah Ummu Salamah, istri beliau.

Setibanya di dalam rumah, beliau menyimpan senjata dan pakaian perangnya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, ternyata malaikat Jibril.

Jibril memerintahkan beliau untuk segera menyerbu kaum Yahudi Bani Quraizhah. “Aku akan berangkat di depanmu. Akan kuguncang benteng mereka dan kususupkan ketakutan ke dalam hati mereka,” kata Jibril.

Rasulullah saw segera mengenakan kembali pakaian perangnya, lalu mengumpulkan kaum Muslim.

Kemudian, untuk memastikan perintahnya agar dilaksanakan secepatnya, dia berpesan kepada para sahabat, “Janganlah sholat Ashar kecuali di Bani Quraizhah.”

Ini berkaitan dengan Hukum Fiqih, yang akan dijelaskan sebagai berikut:

Dalam perjalanan menuju Bani Quraizhah, terjadi perbedaan dalam menafsirkan pesan Rasulullah saw tentang sholat Ashar tersebut.

Waktu sholat Ashar tiba ketika mereka masih di tengah perjalanan.

Sebagian sahabat mengatakan, “Ingat tidak pesan Nabi tadi, jangan sholat Ashar kecuali di Bani Quraizhah.” Jadi jangan sholat Ashar sekarang, nanti saja ketika sudah sampai di Bani Quraizhah.

Sebagian sahabat yang lain mengatakan, “Bukan seperti itu. Maksud Rasulullah saw adalah kita jangan berleha-leha di jalan.”

Akhirnya di antara mereka ada yang sholat di tengah perjalanan tersebut dan ada pula yang mengakhirkannya hingga mereka tiba di Bani Quraizhah.

Masalah tersebut diadukan kepada Rasulullah saw.

“Kami memahami bahwa maksudnya adalah jangan berleha-leha di jalan. Tapi kalau tiba waktu sholat, ya tetap sholat, maka kami sholat di tengah perjalanan,” ujar yang sholat di tengah perjalanan.

“Kami memahami bahwa perintahnya adalah jelas, ‘jangan sholat Ashar kecuali di Bani Quraizhah’, tidak perlu ditafsirkan yang lain. Maka kami baru sholat Ashar ketika sampai di Bani Quraizhah, walaupun sampainya Maghrib,” ujar yang mengakhirkan sholatnya di Bani Quraizhah.

“Dua-duanya benar,” kata Rasulullah saw. Yang satu memahami secara makna, satunya lagi memahami secara harfiah saja. Benar dua-duanya, tidak ada yang salah.

Beliau tidak menyalahkan seorang pun di antara mereka. Ini merupakan ijtihad para sahabat menjalankan perintah Nabi saw.

*tobecontinued*

Credit and Thanks to Abi Makki, Allah yubarik fiih..

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link: http://www.4shared.com/mp3/BxHv-vn2/sirah_nabawi_19_akhir_khandaq.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s