Sirah Nabawi -part 16- Antara Uhud dan Ahzab

Episode 16.1
Chapter: Antara Uhud dan Ahzab

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Setelah Perang Uhud, semua dunia tahu kalau kaum Muslim mendapat musibah, bahwa Muslim lemah, tidak memiliki kekuatan. Adalah satu kabilah, yaitu Bani Asad bin Khuzaimah, mereka sedang menggalang kekuatan bersama kaumnya dan mereka yang patuh kepada mereka untuk menyerang Madinah.

“Kita jangan kalah gertak,” kata Rasulullah saw, “Sebelum mereka menyerang, kita serang lebih dulu.” Maka seketika itu pula beliau mengirim satuan pasukan dengan kekuatan 150 personil dari Muhajirin dan Anshar. Beliau menunjuk Abu Salamah sebagai komandan dan sekaligus pembawa benderanya.

Abu Salamah langsung menggulung Bani Asad di perkampungan mereka sebelum mereka bangkit melakukan serangan ke Madinah. Karena tak menyangka akan mendapat serangan yang mendadak seperti itu, akhirnya mereka kocar-kacir. Alhasil, orang-orang Muslim bisa mendapatkan harta rampasan yang banyak. Setelah itu, pasukan Muslimin kembali lagi ke Madinah dalam keadaan utuh dengan membawa harta rampasan tanpa harus berperang.

Peristiwa ini terjadi tepat munculnya hilal bulan Muharram 4 H. Karena ada infeksi pada luka yang didapatkannya sewaktu Perang Uhud, tak lama kemudian setelah itu Abu Salamah meninggal dunia.

Ummu Salamah, istri Abu Salamah, teringat doa Abu Salamah ketika mau berangkat ke medan perang, “Ya Allah, jadikanlah seorang pengganti di rumah ini yang lebih baik daripadaku.” Ummu Salamah berpikir, siapa yang lebih baik daripada Abu Salamah ya? Karena saat itu, kalau sudah ditinggal mati suaminya, maka tidak ada lagi yang menanggungnya.

Datanglah Umar bin Khaththab melamarnya, karena Umar adalah teman baik Abu Salamah. Lihatlah, zaman itu, para sahabat menikah dengan tujuan mulia, untuk menanggung beban hidup seorang wanita. Namun Ummu Salamah menolaknya. Datang Abu Bakar melamarnya, Ummu Salamah juga menolaknya.

Sampai akhirnya Rasulullah saw yang datang melamarnya, “Saya memerlukan Anda, Ummu Salamah.”
“Ya Rasulullah, saya ini perempuan yang gampang marah. Kalau seandainya nanti aku marah, kau akan menjadi marah padaku. Jika kau marah padaku, nanti Allah akan murka kepadaku. Itu yang aku takutkan,” jawab Ummu Salamah.
“Aku akan berdoa kepada Allah, agar kau menjadi wanita yang paling sabar,” kata beliau.
Maka wanita yang paling sabar di antara istri-istri Rasulullah saw adalah Ummu Salamah.
“Bagaimana dengan anak-anakku?” tanya Ummu Salamah.
“Anak-anakmu adalah anak-anakku juga, anak-anakku adalah anak-anakmu juga,” jawab beliau.

Maka menikahlah Rasulullah saw dengan Ummu Salamah. Saat itu Ummu Salamah diberikan gelar, Ummul Mukminin, ibu kaum mukminin.

*tobecontinued*

Credit and Thanks to Abi Makki, Allah yubarik fiih..

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link : http://www.4shared.com/mp3/TaKlM3kq/sirah_nabawi_16_awal_peristiwa.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s