Mengenal Kepribadian Rasulullah SAW

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Dalam rangka memperingati (-bukan merayakan-) hari lahirnya Rasulullah Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal, yang bertepatan dengan hari Selasa (14-1-14), maka ini adalah chapter spesial, yaitu:

“Mengenal Kepribadian Rasulullah”

Berikut ini akan kami paparkan ringkasan beberapa riwayat yang menjelaskan kemuliaan akhlaq beliau, yang tentunya penjelasan ini pun masih sangat terbatas.

Rasulullah SAW adalah orang yang lembut, murah hati, mampu menguasai diri dan suka memaafkan. Ini semua merupakan sifat-sifat yang diajarkan Allah SWT.

Rasulullah SAW lain daripada yang lain karena kefasihan bicaranya, kejelasan ucapannya, yang selalu disampaikan pada kesempatan yang paling tepat, lancar, jernih kata-katanya, jelas pengucapan dan maknanya, kata-katanya luas maknanya, mengkhususkan pada penekanan-penekanan hukum, mengetahui logat-logat bangsa Arab, berbicara dengan setiap kabilah Arab menurut logat masing-masing, ada kekuatan pola bahasa Badui yang cadas berhimpun pada dirinya, begitu pula kejernihan dan kejelasan cara bicara orang yang sudah beradab, berkat kekuatan yang datang dari Ilahi dan diantarkan lewat wahyu.

Jika Rasulullah SAW harus memilih di antara dua perkara, beliau memilih yang paling mudah di antara keduanya, selagi itu bukan suatu dosa. Jika suatu dosa, maka beliau adalah orang yang paling menjauh darinya. Beliau tidak membalas untuk dirinya sendiri kecuali jika ada pelanggaran terhadap kehormatan Allah, lalu dia membalas karena Allah. Beliau adalah orang yang paling tidak mudah marah dan paling cepat ridha.

Di antara sifat kemurahan hati dan kedermawanan beliau adalah beliau memberikan apapun dan tidak takut menjadi miskin. Tidak pernah beliau dimintai sesuatu, lalu menjawab, ‘Tidak’.

Beliau biasa melaksanakan pekerjaan dengan tangannya sendiri, menambal terompahnya, menjahit bajunya, mencuci pakaiannya dan membereskan urusannya sendiri.

Beliau memiliki keberanian, patriotisme dan kekuatan yang sulit tandingannya. Beliau adalah orang yang paling pemberani, mendatangi tempat-tempat yang sulit. Beliau adalah orang yang tegar, terus maju dan tidak mundur serta tidak gentar. Ali berkata, “Jika kami sedang dikepung ketakutan dan bahaya, maka kami berlindung kepada Rasulullah SAW. Tak seorang pun yang lebih dekat jaraknya dengan musuh selain beliau.”

Beliau tidak pernah lama memandang ke wajah seseorang, menundukkan pandangan, lebih banyak memandang ke arah tanah daripada memandang ke arah langit, pandangannya jeli.

Beliau adalah orang yang paling tawadhu’ dan paling jauh dari sifat sombong. Beliau tidak menginginkan orang-orang berdiri saat menyambut kedatangannya seperti yang dilakukan terhadap para raja. Beliau biasa menjenguk orang sakit, duduk-duduk bersama orang miskin, memenuhi undangan hamba sahaya, duduk di tengah para sahabat, sama seperti keadaan mereka.

Beliau adalah orang yang paling aktif memenuhi janji, menyambung tali persaudaraan, paling menyayangi dan bersikap lemah lembut terhadap orang lain, paling bagus pergaulannya, paling lurus akhlaqnya, paling jauh dari akhlaq yang buruk, tidak pernah berbuat kekejian apalagi menganjurkan kekejian, tidak berkata keji, tidak suka mencela, tidak suka mengumpat dan mengutuk, tidak membalas keburukan dengan keburukan serupa, tetapi memaafkan dan lapang dada, membantu orang yang justru seharusnya membantu beliau, mencintai orang-orang miskin dan suka duduk-duduk bersama mereka, menghadiri jenazah mereka, dan tidak mencela orang miskin karena kemiskinannya.

Beliau senantiasa gembira, murah hati, lemah lembut, tidak kaku dan keras. Beliau meninggalkan 3 perkara bagi dirinya: Riya’, banyak bicara dan membicarakan sesuatu yang tidak perlu. Beliau meninggalkan manusia dari 3 perkara: tidak mencela seseorang, tidak menghinanya dan tidak mencari-cari kesalahannya. Beliau tidak berbicara kecuali dalam hal-hal yang beliau mengharapkan pahalanya. Beliau tersenyum jika ada sesuatu yang membuat mereka tersenyum, sabar menghadapi kekasaran perkataan orang yang asing.

Beliau adalah orang yang paling mulia di dalam majelisnya. Beliau lebih banyak diam, tidak berbicara yang tidak diperlukan, berpaling dari orang yang berbicara yang tidak baik. Tawanya berupa senyuman, perkataannya terinci, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit.

Sifat-sifat yang sudah disebutkan di sini hanya sebagian kecil dari gambaran kesempurnaan dan keagungan sifat-sifat beliau. Secara umum, Rasulullah SAW adalah tempatnya sifat-sifat kesempurnaan. Allah SWT membimbing dan membaguskan bimbingan-Nya, sampai-sampai Allah berfirman dan memuji beliau,

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al Qalam ayat 4)

Sifat-sifat yang sempurna inilah yang membuat jiwa manusia merasa dekat dengan beliau, membuat hati mereka mencintai beliau.

Subhanallah.. Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

*

Mengenal Rasulullah SAW secara fisik dapat dibaca di sini

Sumber: Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s