Sirah Nabawi -part 15- Kembali Ke Madinah

Episode 15.9
Chapter: Kembali Ke Madinah

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Adalah Ibnu Abu Qum’ah, orang kafir yang sesumbar, “Aku telah membunuh Muhammad, aku telah membunuh Abu Bakar, aku telah membunuh Umar. Semuanya telah aku bunuh.”
“Wah.. hebat!” Abu Qum’ah jadi pahlawan.
Semua orang kafir gembira.

Abu Sufyan berjalan mendekati bukit Uhud tempat kaum Muslim berkumpul. Sebagian kaum Muslim tampak terlihat olehnya. Ia berteriak lantang.
“Apakah di antara kalian ada Muhammad?”
“Diam saja, jangan dijawab,” bisik Rasulullah saw.
“Apakah di antara kalian ada Abu Bakar?”
“Diam.. diam.. jangan jawab.. jangan jawab.”
“Apakah di antara kalian ada Umar bin Khaththab?”
“Diam.. jangan jawab.”

Abu Sufyan geram karena teriakannya tak dibalas.
“Kalau ketiga orang itu sudah mati, maka habis sudah agamanya Muhammad.”
Umar emosi. Ia tak mampu menahan diri.
“Hai musuh Allah! Demi Allah, orang-orang yang namanya kau sebut tadi itu masih hidup bugar,” jawab Umar dengan lantang.

“Aku lebih percaya kepada Umar daripada kamu, Ibnu Abu Qum’ah,” kata Abu Sufyan.
Huuuuuu dasar pembohong.. kata orang-orang kafir mengolok Ibnu Abu Qum’ah.

Dalam keadaan hening, dengan banyak jenazah di bawahnya, Abu Sufan mengatakan,
“Mahatinggi Hubal!”
Umar tidak bisa diam, tapi tidak tahu mau jawab apa.
“Kenapa tidak kau jawab?” tanya Rasulullah saw.
“Bagaimana aku jawab ya Rasulullah?”
“Allah Mahatinggi dan Mahaagung!”

“Kami memiliki ‘Uzza dan kalian tidak memilikinya!” jawab Abu Sufyan.
“Allah Maulana (Pelindung kami) dan kalian tidak punya Tuhan.”
Subhanallah.. saling tembak-menembak dengan kata-kata.

Kemudian Abu Sufyan berkata, “Perang ini telah impas. Hari ini seperti hari Badar, kalian menang di Badar dan kini kami menang.”

“Sama sekali tidak sama!” ujar Umar. “Orang-orang yang terbunuh di antara kami masuk Surga sedangkan korban di antara kalian masuk neraka!”

Abu Sufyan, “Kita buat janji untuk Perang Badar ke-2 nanti di tahun depan!”
“Ya, di sanalah tempat yang telah disepakati antara kami dan kamu!”

Tapi ternyata pada waktu yang dijanjikan untuk Perang Badar ke-2 kaum musyrik tidak ada yang datang, pada takut semua. Padahal Rasulullah saw sudah 3 hari menunggu di Badar, tapi tidak ada yang datang.

Kemudian Abu Sufyan kembali pada pasukannya dan berangkat menuju ke Makkah.

Rasulullah saw bersama pasukan Muslim yang tersisa turun dari bukit, mencari rekan-rekannya yang terluka dan memakamkan yang terbunuh. Sebagian di antara mereka membawa pasukan Muslim yang syahid ke Madinah.
“Jangan kau bawa jenazah ini ke Madinah. Kita harus menguburnya di Uhud.”
Para syuhada dimakamkan dengan pakaian yang melekat di badannya, tanpa dimandikan. Dalam satu lubang, dikuburkan dua atau tiga orang.

Rasulullah saw mendahulukan orang yang lebih banyak hafalan al-Qur’annya ke dalam liang lahat. Dalam Perang Uhud ini, sekitar 22 atau 37 orang musyrik terbunuh, sedangkan dari kaum Muslim sebanyak 70 orang.

Rasululllah saw sedih terutama saat melihat jenazah sayyidina Hamzah.
Beliau juga sedih saat melihat jenazah ‘Amru bin al-Jumuh yang berasal dari Anshar. Ia bertarung dengan gagah berani meski harus berjalan hanya dengan satu kaki karena cacat yang dideritanya.

Sebenarnya Rasulullah saw telah memberi keringanan kepadanya, seperti termaktub dalam al-Qur’an, bahwa orang-orang yang cacat tidak berdosa bila tidak ikut berperang. Namun, ‘Amru bin al-Jumuh menampiknya. “Demi Allah, aku akan berperang dan aku akan menginjakkan kakiku di Surga ditemani tongkat ini.” ‘Amru bin al-Jumuh akhirnya gugur.

Dalam sebuah riwayat, Abu Qatadah menuturkan, “’Amru bin al-Jumuh datang menghadap Rasulullah saw, lau bertanya, “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku seandainya aku ikut berperang di jalan Allah hingga aku terbunuh, apakah di Surga nanti aku dapat berjalan dengan tegak di atas kakiku ini?” tanya ‘Amru.
“Benar,” jawab Rasulullah saw.
Ternyata jawaban nabi Muhammad saw benar.
Dalam Perang Uhud, ‘Amru bin al-Jumuh gugur bersama seorang kemenakan dan pelayannya. Keduanya meninggal sebagai syuhada Uhud.
Ketika Rasulullah saw melewati jenazah mereka, beliau berkata, “Aku seakan melihatmu berjalan dengan tegak di Surga di atas kakimu ini.” Rasulullah saw memerintahkan agar ketiga syahid itu dimakamkan dalam satu kubur.

Setelah selesai pemakaman, Rasulullah saw dan kaum Muslim kembali ke Madinah, diiringi duka mendalam. Para wanita yang kerabatnya terbunuh keluar dari Madinah. Mereka bertemu dengan Rasulullah saw di perjalanan. Beliau mengucapkan belasungkawa dan mendoakan mereka.

Di antara mereka ada seorang wanita, Ummu Dinar. Suami, anak dan saudaranya terbunuh dalam Perang Uhud. Ketika diberitakan tentang kematian mereka, wanita ini justru bertanya tentang kondisi Rasulullah saw, “Bagaimana dengan keadaan Rasulullah?”
“Rasulullah baik.”
Ada lagi yang datang mengabarkan padanya, “Ya Ummu Dinar, anakmu wafat.”
“Bagaimana dengan keadaan Rasulullah?”
“Rasulullah baik.”
“Mana?”
Itu. Ketika melihat Rasulullah saw, Ummu Dinar mengatakan, “Ya Rasulullah, segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, semuanya kecil asal kau selamat, ya Rasulullah.” Subhanallah..

*tobecontinued*

Credit and Thanks to Abi Makki, Allah yubarik fiih..

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link : http://www.4shared.com/mp3/8U-uO-Ra/sirah_nabawi_15_perang_uhud.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s