Sirah Nabawi -part 15- Sayyidisy-Syuhada Hamzah

Episode 15.8
Chapter: Sayyidisy-Syuhada Hamzah

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Kekacauan dalam Perang Uhud harus dibayar mahal dengan syahidnya sayyidisy-syuhada Hamzah bin ‘Abudl Muthallib.

Kalau sedang berperang, Hamzah tidak pernah mundur, dia maju dan maju terus mengayunkan pedangnya menebas musuh, tapi di belakangnya ada yang menjaga punggungnya.

Saat kekacauan terjadi, tidak ada yang menjaga punggungnya. Saat itulah dilempar tombak dari belakang Hamzah, langsung menembus punggungnya. Hamzah sempat melihat siapa pembunuhnya, dia angkat pedangnya, tapi sebelum menghantam pembunuhnya, dia wafat. Hamzah syahid.

Yang membunuhnya adalah Wahsyi, seorang budak yang dijanjikan bebas jika bisa membunuh Hamzah, tapi nanti Wahsyi masuk Islam.

Coba bayangkan, andaikata Hamzah bisa menghantam Wahsyi, maka Wahsyi tidak akan sempat masuk Islam. Makanya ada hadits, “Allah tersenyum senang melihat orang yang dibunuh dan terbunuh ada di Surga.” Yaitu Hamzah dan Wahsyi.
Kata Hamzah, “Wahsyi, terima kasih kau bunuh saya waktu itu.”
Jawab Wahsyi, “Alhamdulillah, kau tidak jadi bunuh saya waktu itu,” sehingga Wahsyi bisa merasakan Islam. Subhanallah..

Saat Perang Uhud telah usai, Hindun binti ‘Utbah mencari jenazah Hamzah.
Hindun adalah wanita yang menjanjikan kebebasan pada Wahsyi serta menjanjikan padanya harta yang banyak jika bisa membunuh Hamzah. Karena Hindun dendam pada Hamzah yang telah membunuh ayah dan saudaranya di Perang Badar.

Hindun membedah perut Hamzah dan mengambil jantungnya. Jantung Hamzah lalu ia masukkan ke dalam mulutnya. Ia kunyah-kunyah jantung itu seperti sedang memakan kurma. Beberapa saat kemudian, jantung itu ia muntahkan karena tak mampu ditelannya.

Ternyata itu adalah bagian dari doa Hamzah. Hamzah dan beberapa sahabat yang lain berdoa minta syahid, begini doanya, “Ya Allah, berikanlah aku mati syahid dalam Uhud ini. Cacatkanlah jasadku nanti, biarlah mereka memotong telingaku, hidungku, bila perlu belah dadaku. Sehingga ketika aku bertemu dengan-Mu nanti, Kau akan bertanya, ‘Kenapa kamu begini, Hamzah?’ Maka aku akan menjawab, ‘Untuk membela agama-Mu ya Allah’.” Subhanallah..
Itu ternyata doa Hamzah, jadi tidak usah disesali.

Itulah kekuatan doa, pengabulan doa bagi seorang yang ikhlash berdoanya.
Maka kalau kita berdoa, berdoalah dengan ikhlash, insya Allah, Allah akan kabulkan, selama doanya ikhlas dan benar-benar yakin percaya akan dikabulkan Allah.

*tobecontinued*

Credit and Thanks to Abi Makki, Allah yubarik fiih..

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link : http://www.4shared.com/mp3/8U-uO-Ra/sirah_nabawi_15_perang_uhud.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s