Sirah Nabawi -part 15- Mimpi Rasulullah

Episode 15.2
Chapter: Mimpi Rasulullah

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Kekalahan di Perang Badar sangat membekas di kalangan kaum Quraisy. Mereka pun mempersiapkan diri untuk balas dendam. Namun, saat persiapan dilakukan, mereka dikejutkan dengan kejadian di Qaradah (pasukan yang dipimpin Zaid, lihat episode 14.8 –red) ketika kafilah dagang mereka dikecundangi kaum Muslim. Kemarahan kaum Quraisy kian memuncak.

Mereka lalu melakukan persiapan yang lebih matang. Mereka juga menyertakan para penyair untuk memompa semangat. Total pasukan yang terkumpul sebanyak 3.000 orang, ditambah 3.000 unta, 200 kuda, dan 700 tameng. Bersama mereka juga ada para wanita untuk memotivasi dan membakar semangat perang. Pasukan ini dipimpin oleh Abu Sufyan.

Pasukan Quraisy Mekkah ini intiqom, ingin balas dendam. Belum pernah terjadi sebelumnya di daerah Arab terkumpula pasukan sebanyak ini, lengkap dengan perlengkapan perangnya, perisainya, baju perangnya. Subhanallah.. Berangkat dari kota Makkah menuju Madinah.

Tadinya ini merupakan suatu gebrakan yang rahasia. Tapi paman Rasulullah yang sangat mencintai Rasulullah saw, yaitu Abbas bin Abdul Muththalib, mengutus seseorang untuk memberitahukan kepada Rasulullah saw agar hati-hati dengan 3000 pasukan Quraisy bersenjata lengkap yang akan menyerang Madinah ini.

Kebetulan saat itu Rasulullah saw sedang berada di Kuba. Maka dipanggillah Abu Bakar dan Umar langsung rapat emergency, rapat cepat 3 orang. Jangan disebarluaskan dulu masalah ini, takut Madinah goncang, panik.

Setelah di Madinah, kaum Muslim dipanggil untuk berkumpul di Masjid Nabawi, dengan teriakan, “Ash-sholatul jamiah,” artinya, “Pengumuman penting! Pengumuman penting!”

Madinah pun panik mendengar kabar ini. Mereka segera bersiap-siap.

Rasulullah saw juga menceritakan mimpinya kepada para sahabat.
“Aku seakan memasukkan tanganku ke dalam perisai yang kukuh. Aku melihat sapi disembelih, dan aku melihat ujung pedangku patah,” ujar beliau.

“Apa arti mimpimu itu, wahai Rasulullah?” tanya para sahabat.

“Sapi yang disembelih menandakan orang Mukmin banyak yang gugur.
Ujung pedangku yang patah itu pertanda salah satu kerabatku akan gugur.
Sedangkan mimpi memasukkan tangan ke dalam perisai itu artinya kita kembali menuju Madinah dalam penjagaan dan perlindungan Allah swt.”

Maka berdasarkan mimpi tersebut, rencananya pasukan Muslim akan bertahan di dalam kota Madinah, bukan di luar Madinah, bukan pula Uhud.

*tobecontinued*

Credit and Thanks to Abi Makki, Allah yubarik fiih..

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link :http://www.4shared.com/mp3/8U-uO-Ra/sirah_nabawi_15_perang_uhud.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s