Sirah Nabawi -part 14- Qainuqa’ Melanggar Perjanjian

Episode 14.7
Chapter: Qainuqa’ Melanggar Perjanjian

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Sebagaimana yang dijelaskan di chapter sebelumnya, di Madinah ada beberapa kabilah Yahudi. Di antara kabilah ini, posisinya yang terdekat adalah Bani Qainuqa’. Maka hubungan dagang orang Madinah dengan Bani Qainuqa’ ini sangat dekat.

Ada seorang sahabiyah, perempuan muslimah Madinah yang datang ke pasar Bani Qainuqa’ untuk menjual perhiasan emas sambil mengenakan jilbabnya. Saat itu hijab sudah disyariatkan.
“Saya akan membeli emas anda dengan harga tinggi asal perlihatkan wajahmu,” kata pedagang Yahudi.
Muslimah itu mengatakan saya tidak mau memperlihatkan wajah saya karena ini sudah jadi syariat.
“Ya sudah kalau begitu saya tidak beli.”

Akhirnya dia cari ke tempat lain, duduklah dia di suatu tempat dekat seorang Yahudi pengrajin perhiasan. Sama saja, Yahudi itu juga mengatakan saya ingin melihat wajahmu dulu.

Tanpa diketahui muslimah itu, ada seorang laki-laki Bani Qainuqa’ megikat abayanya ke tiang. Sehingga ketika dia itu berdiri, robek bajunya, auratnya tersingkap. Nah, semua laki-laki Yahudi ini tertawa terbahak-bahak.

Di situ ada seorang laki-laki muslim, ‘Ini merusak martabat muslimah’. Maka ditamparnya semua orang yang terbahak-bahak itu. Plak! Plak!
Dia bertanya, siapa yang telah mengikatnya.
“Saya. Memangnya kenapa?” jawab Yahudi itu dengan sombongnya.
Dia pukul, dia hantam sampai mati Yahudi itu. Dia kaget juga telah membunuh. Tiba-tiba beberapa orang Yahudi datang dan membunuh laki-laki muslim ini.

Lalu perempuan muslimah itu lari ke kota Madinah. Disampaikannya peristiwa itu kepada Rasulullah saw. “Siapa saja yang hadir pada waktu itu, perintahkan mereka untuk datang ke kota Madinah,” kata beliau. Mereka akan diadili oleh beliau.

Tapi mereka tidak mau datang. “Ya Muhammad, jangan kau kira kami ini seperti orang-orang Quraisy –maksudnya yang kalah dalam Perang Badar–, kami lebih hebat perangnya,” kata mereka.

“Perangi mereka,” perintah Rasulullah saw.
Karena ini adalah saat awal untuk membuat gebrakan. Ibaratnya kalau dagang, biarin rugi tahun pertama tahun kedua. Jadi ini harus keras, biar tidak macam-macam.
Subhanallah..

Pasukan Muslim bergerak mengepung Bani Qainuqa’ selama sekitar 15 hari. Allah menyusupkan rasa takut ke dalam hati orang-orang Yahudi itu, dan memang begitulah jika Allah hendak menghinakan suatu kaum. Maka Bani Qainuqa’ ini menjadi takut. Akhirnya mereka menyerah.

“Kalau kalian menyerah, kalian harus taat dengan hukum yang saya sampaikan.”
“Ya. Kami ridho dengan hukum yang akan kau berikan kepada kami.”

Maka Bani Qainuqa’ yang berjumlah sekitar 700 orang ini menyerah dan datang ke Madinah dalam keadaan diikat.

Ada yang perlu dijelaskan di sini, karena banyak khilafiyah dalam hal ini yang sangat sulit dipahami oleh orang-orang.

Ambillah sebagai contoh, Amerika yang berseteru dengan Uni Soviet. Maka Amerika memiliki negara-negara sekutu sebagai pendukungnya, seperti Inggris dan Perancis. Begitu juga Uni Soviet juga memiliki negara sekutu, misal Jerman dan Cina.

Demikian pula keadaannya dengan di Madinah.
Bani Qainuqa’ ini adalah sekutu pendukung Khazraj, jadi hubungannya cukup erat, saling membantu. Termasuk orang Khazraj ini adalah Abdullah bin Ubai bin Salul, sang munafik.

Dia datang ke hadapan Rasulullah saw. “Hai Muhammad, berbuat baiklah kepada mawaliku – sekutuku- teman-temanku, yaitu Bani Qainuqa’,” kata dia.

Rasulullah saw diam.

Abdullah bin Ubai kembali mengulangi permintaannya sambil memasukkan tangannya ke kantong baju besi Rasulullah saw.

Akhirnya Rasulullah saw memenuhi permintaan tokoh munafik yang baru satu bulan masuk Islam itu, “Sekarang terserah kamu.”

Jadi Bani Qainuqa’ ini diserahkan keputusannya kepada Abdullah bin Ubai. Mereka diusir pergi dari Madinah. Mereka lari ke Khaibar. Khaibar ini tempat kumpulnya orang-orang Yahudi. Makanya nantinya ada perang Khaibar.

Jadi Yahudi yang pertama kali terusir dari Madinah itu adalah Bani Qainuqa’.

Hikmah Perang Bani Qainuqa’

1. Kejadian ini menunjukkan betapa kaum Yahudi sangat membenci dan dengki pada kaum Muslim. Mereka menggunakan berbagai cara untuk mengkhianati kaum Muslim dan para pemimpinnya.

2. Perang Bani Qainuqa’ membuktikan betapa kaum Yahudi memiliki sifat munafik yang luar biasa. Namun, kita tetap harus memperlakukan mereka secara baik seperti dicontohkan Rasulullah saw. Kita serahkan kepada Allah swt segala hal yang terkait dengan urusan yang tersembunyi karena Dialah Yang Mahatahu.

*tobecontinued*

Credit and Thanks to Abi Makki, Allah yubarik fiih..

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link: http://www.4shared.com/mp3/RlctgGly/sirah_nabawi_15_akhir_badar_da.html

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s