Sirah Nabawi -part 14- Terbunuhnya Fir’aun Umat Muhammad

Episode 14.3
Chapter: Terbunuhnya Fir’aun Umat Muhammad

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Kebiasaan Arab pada waktu itu, kalau menang perang, tidak langsung pulang. Demikian pula Rasulullah saw, setiap kali menang perang atas suatu kaum, beliau akan tinggal selama 3 malam di tempat itu.

Dalam Perang Badar ini, 14 orang dari kaum Muslim menjadi syuhada. Mereka dimakamkan di lapangan Badar. Kuburan mereka sampai saat ini masih ada. Kalau ada kesempatan ke Badar, bisa dilihat kuburan dan nama-nama syuhada Badar.

Yang terbunuh dari kalangan musyrik sebanyak 70 orang, sedangkan 70 orang lainnya menjadi tawanan. Kebanyakan dari mereka adalah para pembesar Quraisy. Jasad-jasad musuh yang terbunuh itu diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam sumur mati dan tidak berair. Jasad-jasad itu dikumpulkan, lalu dimasukkan ke dalam sumur itu.

Di sini Abdullah bin Mas’ud kembali berperan.

Dia menemukan Abu Jahal yang saat itu tergeletak antara hidup dan mati, masih bernapas. Lalu karena dia kecil, maka ibnu Mas’ud takut memegangnya, takut nanti ditarik. Akhirnya dia pakai kakinya, “Hei, kamu masih hidup? Atau mati?”
Ternyata Abu Jahal melek.

“Hai kamu, si penggembala, hebat juga ya kamu bisa berdiri di depanku dalam keadaanku seperti ini,” kata Abu Jahal. “Kamu itu cuma penggembala kambing, apa hebatnya kamu ini.”
Astaghfirullah.. Ini mau mati saja masih sombong.

“Aku akan perlihatkan pada Rasulullah bahwa kamu sudah mati,” kata ibnu Mas’ud.
Sementara posisi tergeletaknya Abu Jahal ini agak jauh dari tempat pertempuran, karena biasanya pemimpin berada di belakang.

Ibnu Mas’ud bermaksud menarik Abu Jahal, tapi tidak kuat, dia lebih kecil. Akhirnya , “Ah gampang, untuk membuktikan bahwa Abu Jahal sudah mati, sembelih saja kepalanya. Kalau bawa kepalanya saja kan tidak berat.”

“Aku akan potong kepalamu untuk perlihatkan kalau kamu sudah mati.”
“Eh, kalau kamu mau potong kepalaku, jangan sebelah sini ya, tapi dari bawah. Biar kelihatan besar kepalaku walaupun sudah terpisah dari.”
Astaghfirullah.. Itu yang mau mati masih sombong, dia lebih jahat daripada Fir’aun. Fir’aun saja ketika mau mati tenggelam, mengatakan, ‘Aku beriman pada Tuhannya Musa dan Harun’, ini Abu Jahal, boro-boro.. Malah, ‘Potong sebelah sini, biar nanti kepalaku kelihatan besar.’”
Na udzu billah..

Usai itu, ‘Abdullah bin Mas’ud memenggal kepala Abu Jahal dan membawanya kepada Rasulullah saw.
“Allahu Akbar, segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya, dan menolong hamba-Nya, serta menghancurkan musuh-Nya sendirian. Ini adalah Fir’aun umat ini!” kata Rasulullah saw.
Itulah tewasnya Abu Jahal, Fir’aun nya umat Muhammad.

Maka setelah menguburkan para syuhada Badar, jasad-jasad orang kafir semuanya diasukkan dalam 1 lubang lalu diutup. Makanya kalau di Badar, ada kuburan orang Muslim, ada kuburan orang kafir.

Setelah itu, Rasulullah saw berdiri menghadap ke arah kuburan syuhada Badar yang berada di sebelah kanan, “Ya syuhada Badar, apakah kalian sekarang sudah tenang di kuburan kalian dengan mendapatkan ketenangan seperti yang Allah janjikan? Dan kami saat ini Alhamdulillah telah benar-benar mendapatkan apa yang telah dijanjikan Allah. Apakah kalian telah benar-benar mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Allah?” ujar beliau di hadapan kuburan syuhada Badar.

Lalu beliau melihat ke arah kuburan orang kafir. Beliau menyebut satu-satu nama orang-orang kafir yang telah mati, “Ya Abu Jahal, Utbah, Syaibah.. -semuanya disebutkan- apakah ekarang kau temukan azab kubur, siksa kubur seperti halnya yang telah dijanjikan oleh Allah ? Demi Allah, kami telah mendapatkan kebaikan seperti yang telah Allah janjikan.”

Umar bertanya penuh keheranan, “Ya Rasulullah, apakah mereka mendengar kata-katamu sementara mereka ini sudah meninggal? Bagaimana engkau berbicara dengan mereka sedangkan mereka ini sudah mati?”

“Mereka memang sudah mati tapi mereka mendengar kata-kataku, hanya saja mereka tidak bisa menjawab,” jawab beliau.

Dari kejadian inilah, maka sekarang ada hukum talqin bagi orang yang sudah meninggal. Ketika seseorang meninggal, ustadz akan berada di sampingnya dengan mengatakan, “Fulan bin fulan.. nanti ada 2 malaikat, Munkar dan Nakir akan bertanya kepadamu, Siapa Tuhanmu?” Dan seterusnya..
Maka ini adalah dalilnya.

Setelah itu, pasukan Muslim kembali ke Madinah dengan membawa kemenangan besar dalam perang yang monumental. Debu-debu beterbangan mengiringi derap langkah pasukan berkuda kaum Muslim sepanjang perjalanan.

*tobecontinued*

Credit and Thanks to Abi Makki, Allah yubarik fiih..

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link : http://www.4shared.com/mp3/erwgMKjG/sirah_nabawi_14_rampasan_peran.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s