Sirah Nabawi -part 12- Pemindahan Kiblat

Episode 12.6
Chapter: Pemindahan Kiblat

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Ketika masih di Mekkah, yakni sebelum hijrah ke Madinah, kiblat pertama kaum muslimin adalah Masjidil Aqsha. Maka Rasulullah SAW selalu sholat dengan mengambil posisi di sisi selatan Ka’bah, karena paralel, menghadap kiblat ke masjidil Aqsha, namun juga ingin menghadap ke Ka’bah juga.

Namun ketika di Madinah, Masjidil Aqsha berada di arah utara Madinah, sedangkan Ka’bah berada di arah selatan Madinah, maka Rasulullah SAW tidak bisa lagi menghadap paralel kepada keduanya ketika sholat. Posisinya bertolak belakang 180 derajat.

Sehingga seringkali beliau berdoa dalam hati, “Ya Allah, saya rindu Ka’bah.. kenapa sih tidak dipindahkan kiblatnya?” pinta beliau sambil menunduk lagi, mengharap mudah-mudahan Allah memerintahkan supaya menghadap ke Ka’bah saat sholat.

Allah pun mengabulkan doa beliau.

Ketika beliau sedang sholat dhuhur di sebuah tempat (tempat ini sekarang disebut masjid Qiblatain), turunlah wahyu Allah tentang diarahkannya kiblat dari masjidil Aqsha ke Masjidil Haram.

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya..”
(QS Al Baqarah 2:144)

Arah kiblat dibalikkan 180 derajat, dari Masjidil Aqsha di Palestina (arah utara), ke Ka’bah di Masjidil Haram di Mekkah (arah selatan).

Ternyata, perubahan arah kiblat ini menuai protes dari kaum Yahudi. Maka kata kaum Yahudi, “Islam ini agama main-main. Kiblat saja dipindah-pindah.”

Padahal Allah SWT hendak menguji keimanan kaum muslimin, seperti saat kejadian Isra’ Mi’raj, apakah akan mengikuti perintah Allah atau tidak. Allah juga hendak memisahkan secara total antara muslim dan yahudi.

“Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.”
(QS Al Baqarah 2:143)

Hikmah peristiwa pemindahan arah kiblat ini adalah menghadap kiblat merupakan wujud ketaatan seorang hamba kepada Allah karena memang diperintahkan demikian, maka wajib melaksanakannya. Ini adalah wujud berserah diri kepada Allah, bukan untuk menyembah Ka’bah. Ka’bah merupakan pemersatu umat Islam dalah menentukan arah kiblat.

*tobecontinued*

Credit and Thanks to Abi Makki, Allah yubarik fiih..

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link : http://www.4shared.com/mp3/nv6MFUr-/sirah_nabawi_12_di_madinah.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s