Sirah Nabawi -part 12- Piagam Madinah

Episode 12.4
Chapter: Piagam Madinah

1. Mereka adalah umat yang satu di luar golongan yang lain.

2. Kaum Muhajirin Quraisy tetap sebagaimana status mereka dahulu (yaitu status sebelum masuk Islam), saling membantu dalam membayar denda di antara mereka serta menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang makruf dan adil terhadap kaum Mukmin. Setiap kabilah dari kalangan Anshar tetap statusnya seperti adat kebiasaannya yang berlaku di tengah mereka dahulu, dan setiap kabilah dari mereka menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang makruf dan adil terhadap kaum Mukmin.

3. Orang Mukmin tidak boleh membiarkan seseorang yang menanggung beban hidup di antara sesama mereka dan memberinya dengan cara yang makruf dalam membayar tebusan atau membebaskan tawanan.

4. Orang-orang Mukmin yang bertakwa harus melawan orang yang berbuat zalim, jahat, dan kerusakan serta permusuhan di antara kaum Mukmin sendiri.

5. Secara bersama-sama mereka harus melawan orang seperti itu walaupun dia anak salah satu di antara mereka sendiri.

6. Seorang Mukmin tidak boleh membunuh seorang Mukmin lainnya karena membela seorang kafir.

7. Seorang Mukmin tidak boleh membantu orang kafir yang melawan Mukmin lainnya.

8. Jaminan Allah adalah satu. Orang yang paling rendah pun berhak mendapat perlindungan.

9. Jika ada orang Yahudi yang tunduk kepada kita, dia berhak mendapatkan pertolongan dan persamaan hak. Tidak boleh dizalimi dan ditelantarkan.

10. Perdamaian yang dilakukan oleh setiap kaum Mukmin sama statusnya. Seorang Mukmin tidak boleh mengadakan perdamaian dengan orang kafir  di medan peretempuran fi sabilillah, kecuali dengan persyaratan yang adil dan sama rata.

11. Sebagian orang Mukmin harus menanggung Mukmin yang lain, sehingga darah mereka terlindungi di jalan Allah.

12. Dan sesungguhnya seorang musyrik tidak berhak melindungi harta dan jiwa kaum Quraisy. Dan tidak dapat menghalangi kaum Mukmin terhadapnya.

13. Dan siapa yang membunuh seorang Mukmin tanpa hak, dia harus menanggung hukumannya (qishash atau diyat), kecuali dimaafkan oleh wali yang terbunuh.

14. Seluruh Mukmin harus menuntutnya dan tidak halal bagi mereka kecuali mengajukan tuntutan.

15. Tidak halal bagi setiap Mukmin membantu atau melindungi pelaku bid’ah. Dan siapa yang menolong atau melindunginya, atasnya laknat Allah dan kemurkaan-Nya pada Hari Kiamat. Tidak akan diterima tebusan atau ganti apa pun darinya.

16. Dan apabila kalian berselisih tentang suatu perkara, kembalikan pada Allah dan Rasul-Nya.

Piagam Madinah memiliki makna yang teramat penting bagi sejarah peradaban Islam. Piagam ini, hingga sekarang, menjadi rujukan bagi para peneliti dalam mengkaji dan mempelajari sistem pemerintahan Rasulullah SAW, undang-undang negara Islam, pola hubungan antarnegara dan dengan agama lain, dan sebagainya. Inilah piagam modern yang sarat dengan semangat keberagaman dan keterbukaan serta humanisme, dengan Islam sebagai landasannya.

Hikmah Piagam Madinah

Piagam Madinah yang merangkul seluruh komponen masyarakat, adalah undang-undang yang sangat modern dan piaga pertama kali dalam sejarah politik di dunia Arab. Kelompok Muhajirin, Anshar, orang-orang Yahudi, dan suku-suku di Madinah melebur menjadi satu bangsa di bawah payung Piagam Madinah. Allah dan Rasul menjadi referensi tertinggi saat mereka terjebak di dalam perselisihan pendapat. Piagam tersebut juga menjelaskan secara rinci tentang sumber-sumber kekuasaan dan pembagian kedaulatan sebuah Negara; Tasyri’iyyah (legislatif), Qadha’iyyah (yudikatif), dan Tanfidziyyah (eksekutif).

Salah satu syarat mutlak berdirinya sebuah Negara adalah adanya teritorial dan dalam hal ini Nabi SAW telah memenuhinya dengan Madinah sebagai territorial kekuasaannya. Materi dari pasal-pasal yang tertera dalam Piagam Madinah menunjukkan bahwa nabi Muhammad SAW adalah sosok yang genius luar biasa. Dari sudut pandang hak assi manusia, beliau sangat mengedepankan prinsip keadilan, egaliter, dan penjunjungan tinggi kebebasan.

*tobecontinued*

Sumber: Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury

Credit and Thanks to Abi Makki, Allah yubarik fiih..

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link : http://www.4shared.com/mp3/nv6MFUr-/sirah_nabawi_12_di_madinah.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s