Sirah Nabawi -part 12- Membangun Masjid Nabawy

Episode 12.2
Chapter: Membangun Masjid Nabawy

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Seperti yang sudah diceritakan di episode 11.6 : Chapter Memasuki Madinah, Rasulullah SAW singgah di Bani An-Najjar pada hari Jum’at tanggal 12 Rabi’ul Awwal 1H, bertepatan dengan tanggal 27 September 622M. Tatkala onta yang beliau naiki berhenti dan menderum di hamparan tanah di depan rumah Abu Ayyub Al Anshory, maka beliau bersabda, “Di sinilah tempat singgah insya Allah.” Maka beliau pun menetap di rumahnya.

Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah SAW adalah membangun masjid. Tepat di tempat menderumnya onta itulah beliau memerintahkan untuk membangun masjid. Untuk itu beliau membeli tanah tersebut dari dua anak yatim yang menjadi pemiliknya.

Beliau terjun langsung dalam pembangunan masjid itu, memindahkan bata dan bebatuan, seraya bersabda, “Ya Allah, tidak ada kehidupan yang lebih baik kecuali kehidupan akhirat. Maka ampunilah orang-orang Anshar dan Muhajirin.”

Beliau juga bersabda, “Para pekerja ini bukanlah para pekerja Khaibar. Ini adalah pemilik yang paling baik dan paling suci.”

Sabda beliau ini semakin memompa semangat para shahabat dalam bekerja, hingga salah seorang di antara mereka berkata, “Jika kita duduk saja sedangkan Rasulullah bekerja, itu adalah tindakan orang yang tersesat.”

Sementara di tempat tersebut ada kuburan orang-orang Musyrik, puing-puing reruntuhan bangunan, pohon korma dan sebuah pohon yang lain. Maka beliau memerintahkan untuk menggali kuburan-kuburan itu, meratakan puing-puing bangunan, memotong pohon dan menetapkan arah kiblatnya yang saat itu masih menghadap kea rah Baitul-Maqdis.

Dua pinggiran pintunya dibuat terlebih dahulu dari batu, dindingnya dari batu bata yang disusun dengan lumpur tanah, atapnya dari daun korma, tiangnya dari batang pohon, lantainya dibuat menghampar dari pasir dan kerikil-kerikil kecil, pintunya ada tiga. Panjang bangunannya kea rah kiblat hingga ke ujungnya ada seratus hasta dan lebarnya juga hampir sama. Adapun fondasinya kurang lebih tiga hasta.

Beliau juga membangun beberapa rumah di sisi masjid, dindingnya dari susunan batu dan bata, atapnya dari daun korma yang disangga bebepara batang pohon. Itu adalah bilik-bilik untuk istri-istri beliau. Setelah semuanya beres, maka beliau pindah dari rumah Abu Ayyub ke rumah itu.

Masjid itu bukan sekedar tempat untuk melaksanakan sholat semata, tapi juga merupakan sekolahan bagi orang-orang Muslim untuk menerima pengajaran Islam dan bimbingan-bimbingannya, sebagai balai pertemuan dan tempat untuk mempersatukan berbagai unsur kekabilahan dan sisa-sisa pengaruh perselisihan semasa Jahiliyah, sebagai tempat untuk mengatur segala urusan dan sekaligus sebagai gedung parlemen untuk bermusyawarah dan menjalankan roda pemerintahan.

Di samping semua itu, masjid tersebut juga berfungsi sebagai tempat tinggal orang-orang Muhajirin yang miskin, yang datang ke Madinah tanpa memiliki harta, tidak mempunya kerabat dan masih bujangan atau belum berkeluarga.

Hikmah Pembangunan Masjid Nabawi

Masjid menjadi sarana utama bagi pembangunan masyarakat. Untuk menciptakan masyarakat yang religius, hendaknya setiap Musli berpegang teguh dan patuh pada manhaj (sistem/metode), akidah, dan etika Islam semua itu bersumber dari spirit masjid dan wahyu Ilahi.

Janganlah kamu sholat di dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih. (QS At-Taubah 9:108)

Masjid menjadi syiar atas universalitas Islam sekaligus pusat aktivitas dakwah. Masjid Nabawi pada waktu itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai tempat pertemuan antara Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan delegasi dan kabilah-kabilah di sekitar Madinah. Juga digunakan sebagai tempat pengajian ilmu pengetahuan, baik agama maupun umum. Masjid menjadi persinggahan para musafir. Di situlah umat Islam mencoba mencari format terbaik untuk menjadi sebuah komunitas yang kukuh. Masjid Nabawi juga berfungsi sebagai pusat informasi, dakwah, dan politik.

Keistimewaan Masjid Nabawi

Abu Hurairah meriwayatkan, “Satu rakaat sholat di Masjid Nabawi lebih utama daripada 1.000 rakaat sholat di masjid lain, kecuali Masjid al-Haram. Sebab, Rasulullah adalah Nabi Terakhir. Demikian pula masjidnya sebagai masjid terakhir.”

Abu Salamah dan Abu ‘Abdullah berkata, “Kami yakin bahwa Abu Hurairah mengutip pernyataan itu dari Rasulullah, sehingga kami tidak tergesa-gesa mengatakan bahwa pernyataan itu adalah pendapat Abu Hurairah sendiri. Ketika Abu Hurairah wafat, kami sepakat untuk tidak membacakan hadits tersebut hingga ada kepastian bahwa dia mendengarnya dari Rasulullah. Kemudian datanglah ‘Abdullah bin Ibrahim bin Qarizh. Kami pun menyampaikan masalah itu. ‘Abdullah bin Ibrahim berkata, mengutip pernyataan Rasulullah SAW, ‘Sungguh, aku adalah Nabi Terakhir dan masjidku sebagai masjid yang terakhir.’” (HR. Muslim)

Sa’id al-Musayyib meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang tidak boleh bepergian dengan niat mengagungkan masjid tertentu, kecuali tiga masjid ini: Masjid al-Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid al-Aqsha.” (HR.Muslim)

*tobecontinued*

Sumber: Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury

Credit and Thanks to Abi Makki, Allah yubarik fiih..

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link : http://www.4shared.com/mp3/nv6MFUr-/sirah_nabawi_12_di_madinah.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s