Sirah Nabawi -part 11- Perjalanan ke Madinah

Episode 11.5
Chapter: Perjalanan Ke Madinah

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Setelah 3 hari di Jabal Tsur, Abdullah bin Abu Bakar membawa seorang penunjuk jalan, namanya Abdullan bin Uraiqith, yang pandai menunjukkan jalan ke Madinah di luar jalan biasa. Bismillah, Rasulullah SAW bersama Abu Bakar pun melanjutkan perjalanan menuju Madinah dengan seorang penunjuk jalan.

Mereka terus berjalan dan berjalan, kadang-kadang Abu Bakar harus menggendong Rasulullah SAW, agar tidak terlihat jejaknya bertiga. Mereka juga mengambil jalur ke daerah pesisir laut, supaya jejak mereka hilang tersapu ombak.

Suatu ketika, ada seorang kafir, namanya Suraqah bin Malik, mendengar berita ada yang melihat mereka bertiga. Saat itu Suraqah sedang mengobrol dengan kaumnya, kata mereka, “Itu pasti Muhammad, yang satunya lagi temannya, dan yang ketiga adalah penunjuk jalan.”

Namun Suraqah menyanggahnya, “Bukan, itu bukan Muhammad. Itu teman saya yang sedang ada perjalanan, sudah jangan pikirkan lagi, mungkin Muhammad sudah sampai di Madinah,” namun dalam hatinya Suraqah membenarkan, tapi dia ingin mendapat hadiah 100 ekor unta sendiri, tidak dibagi dengan yang lain.

Akhirnya Suraqah pamit, lalu menyiapkan kudanya lengkap dengan tombak dan panahnya, lalu langsung memacu kudanya menyusul Rasulullah SAW.

Sementara itu, Abu Bakar tetap was-was, “Ya Rasulullah, saya takut ada yang mengikuti dan menghantam kita,” namun beliau tidak menjawab.

Abu Bakar berjalan di sebelah kanan Rasulullah SAW, menit berikutnya pindah ke sebelah kiri beliau. Menit berikutnya pindah lagi ke depan beliau, lalu pindah lagi ke belakang beliau.

“Kenapa kau muter-muter begitu Abu Bakar?”

“Demi Allah, saya mengkhawatirkan keselamatan Anda ya Rasulullah. Ketika di belakang Anda, saya takut ada panah dari depan Anda, maka saya pindah ke depan Anda. Ketika di kanan anda, saya takut ada panah dari kiri Anda, maka saya pindah ke kiri Anda. Jadi saya ini serba ketakutan,” jawab Abu Bakar.

“Laa takhof walaa tahzan, innallaaha ma ana.. Jangan takut dan jangan sedih, sesungguhnya Allah bersama kita,” kata Rasulullah SAW.

Suraqah semakin dekat, Rasululah SAW semakin khusyu’ berdzikir sambil terus berjalan.

“Ya Rasulullah, ada seorang pemburu di belakang kita,” Rasulullah SAW tetap khusyu’.

Ketika merasa jaraknya cukup untuk melempar tombak, Suraqah berdiri di atas kudanya, siap-siap untuk melempar tombaknya ke arah Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, cukup Engkau yang melindungi kami”

Saat itu kudanya ambles kakinya, jatuh Suraqah. Kaget dia, lalu bangun lagi. Kenapa ini? Saya tidak pernah jatuh dari kuda, saya ini jago naik kuda, sekarang bisa jatuh, kenapa ini?

Dia naik lagi ke kudanya, siap melemparkan tombaknya lagi.

Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, cukup Engkau yang melindungi kami”

Jatuh Suraqah. Bangkit lagi.

Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, cukup Engkau yang melindungi kami”

Suraqah jatuh lagi. Suraqah berpikir pasti Muhammad ini dilindungi oleh Tuhannya, jangan-jangan malah saya yang mati dibunuh oleh Tuhannya Muhammad. Maka ketakutan pun melanda Suraqah.

Dia berteriak, “Muhammad, tolong lindungi saya. Saya takut Tuhanmu marah.”

Beliau pun berhenti dan tersenyum pada Suraqah, “Ya, kau punya keamanan.”

“Muhammad, saya yakin kau ini pasti punya Tuhan yang hebat, minta satu buat saya. Terbuat dari apa Tuhanmu, emas atau perak atau apa? Saya minta.”

Coba apa yang akan harus dijawab, kalau seandainya ada orang yang bilang, Tuhanmu jago bener sih, minta dong satu. Harus jawab apa?

Rasulullah SAW berpikir hendak menjawab apa, tiba-tiba Jibril datang,

“Muhammad, katakan: Qul huwallahu ahad, Allahush shomad, Lam yalid walam yulad, Walam yakul lahu kufuwan ahad”

“O begitu tuhanmu,” kata Suraqah.

“Muhammad, tolong buat perjanjian dengan saya, bahwa kau menjamin saya, pulang aman ke kampung saya. Tuhanmu tidak marah pada saya, dan saya minta kau jaga saya dengan Tuhanmu agar saya bisa sampai ke tempat saya. Dan saya pun berjanji apapun yang kau inginkan.”

Maka beliau pun meminta Abu Bakar menuliskan perjanjian tersebut, bahwa pertama, Suraqah berjanji tidak akan memberitahu kepada siapa saja perihal pertemuan dengan Rasulullah SAW, kedua, bahwa Rasulullah SAW menjamin keselamatan Suraqah kapanpun. Subhanallah..

Suraqah pun menyimpan kertas yang berisi perjanjian itu.

“Suraqah, kenapa kau mau bunuh saya?”

“Muhammad, sebenarnya saya tidak benci kau, tidak pula cinta kau, hanya saja ada hadiah 100 ekor unta di belakangmu.”

Rasulullah bersabda, “Suraqah, bagaimana kau akan membunuh saya, sementara kau nanti akan menjadi prajuritku, kau nanti akan ikut berperang melawan Romawi, dan Romawi akan berada di bawah kekuasaanku, kemudian kebanggan raja romawi, gelang kebanggaan romawi itu akan berada di tangan kananmu,” Subhanallah..

Suraqah bingung, “Benarkah itu?”

“Tunggu nanti,” kata beliau. (Kelak dalam beberapa episode mendatang kita akan tiba di chapter di mana apa yang dikatakan oleh Rasulullah SAW ini menjadi kenyataan)

Suraqah pun pulang kembali dan mendapatkan orang-orang masih berusaha mencari Muhammad SAW. Maka dia berkata, “Aku tidak memperoleh kabar apa-apa untuk kalian. Lebih baik kalian diam saja di sini.” Suraqah pun menepati janjinya untuk menjaga beliau.

*tobecontinued*

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link : http://www.4shared.com/mp3/RgctCYS9/sirah_nabawi_11_perintah_hijra.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s