Sirah Nabawi -part 11- Di Gua Tsur

Episode 11.4
Chapter: Di Gua Tsur

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Rasulullah SAW menyadari sepenuhnya bahwa tentunya orang-orang Quraisy akan mencarinya mati-matian. Maka beliau mengambil jalur yang tidak biasa. Kalau jalur biasa ke Madinah adalah jalur yang mengarah ke utara, beliau justru mengambil jalur yang ke selatan, mengarah ke Yaman. Maka orang-orang Quraisy yang mencari beliau tidak bisa menemukan beliau. Subhanallah.. cerdasnya luar biasa Rasulullah SAW..

Bersama Abu Bakar, beliau berada di Jabal Tsur selama sekitar 3 hari. Ini adalah sepenggal episode yang indah tentang persahabatan Rasulullah SAW dan Abu Bakar.

Ketika mereka berdua mau masuk ke gua Tsur, Abu Bakar berkata, “Ya Rasulullah, ijinkan aku untuk masuk lebih dahulu.”

Kenapa?

“Saya takut di dalamnya ada binatang yang membahayakan keselamatan Anda, kalajengking atau ular. Anda masuk belakangan ya Rasulullah.”

Maka Abu Bakar memeriksa setiap lubang dengan menggunakan kayu, takut ada binatang. Setiap lubang diperiksanya, tak ada binatang yang keluar. Maka Abu Bakar pun mempersilakan beliau masuk.

“Tunggu ya Rasulullah,” kata Abu Bakar tiba-tiba, lalu ia memeriksa lagi, memastikan kembali bahwa setiap lubang tidak ada binatang berbahaya. Kalau tadi dengan kayu, kali ini dengan tangannya langsung. Subhanallah..

Tinggal satu lubang yang tidak bisa diperiksa dengan kayu, tidak juga dengan tangan, akhirnya ditutupnya dengan pahanya, Abu Bakar duduk di atasnya, dipersilakannya Rasulullah SAW masuk. Maka karena saking lelahnya, beliau langsung tertidur di pangkuan Abu Bakar. Subhanallah.. Kemuliaan yang sangat luar biasa bagi Abu Bakar.

Masih ingat tentang mimpi Abu Bakar yang pernah diceritakan di episode sebelumnya, yang chapter “Islamnya Abu Bakar” kan?

Di siti diceritakan bahwa di dalam mimpinya Abu Bakar melihat bulan purnama, bulan purnama ini muncul dari kota Mekkah, keluar dan naik ke langit atas, lalu ternyata turun kembali ke kota Mekkah, kemudian bulan purnama ini pecah dan pecahannya sampai ke tiap-tiap rumah yang ada di kota Mekkah. Setelah itu bulan purnama bersatu kembali, lalu naik ke atas, tepat berada di atas Ka’bah, tiba-tiba turun ke pangkuan Abu Bakar.

Dan kini nabi akhir zaman yang mulia itu tidur di pangkuan Abu Bakar, subhanallah..

Tiba-tiba, dari lubang yang ditutup dengan pahanya, ada yang menggigitnya. Ular. Abu Bakar terkejut, tapi ia tetap diam tidak bergerak, ia tidak mau membuat Rasulullah SAW terbangun. Ia tetap diam, diam. Tapi karena saking sakitnya gigitannya, air matanya keluar, jatuh kena pipi beliau.

Beliau pun terbangun, kaget melihat Abu Bakar menangis.

“Kenapa kau menangis, Abu Bakar?”

Kalau kita mungkin akan langsung menjawab, ‘Ular’.

Tapi tidak dengan Abu Bakar, ia malah meminta maaf, “Maaf ya Rasulullah, aku telah membangunkan tidur Anda,” Subhanallah..

Beliau kembali bertanya, “Kenapa kau menangis, Abu Bakar?”

“Maaf ya Rasulullah, aku telah membangunkan Anda,” Abu Bakar tetap tak menjawab, malah meminta maaf.

“Kenapa kau menangis, Abu Bakar?”

“Ya Rasulullah, maaf, aku telah membangunkan tidur Anda.”

Beliau pun mengerti, “Aku maafkan, ada apa?”

“Tidak seberapa ya Rasulullah, hanya ini saja, saya digigit ular,” Subhanallah.. ‘hanya ini saja’, itulah kebiasaan Abu Bakar, ia hanya menjawab, ‘hanya begini saja’, padahal lukanya sudah membiru.

Maka Rasulullah SAW segera mengobati luka Abu Bakar, diberikan ludah, lalu diusap sambil berdoa. Sembuh seperti sedia kala, subhanallah..

Tak hanya itu saja, “Wallahi, Demi Allah, kau tidak berhak mendapatkan apa-apa kecuali ini,” diperlihatkannya Surga yang indah kepada Abu Bakar. Saat itu Abu Bakar gembira, senang hatinya. Subhanallah..

Itulah kisah persahabatan yang begitu indah antara Abu Bakar ash Shiddiq dengan Rasulullah SAW dalam gua Tsur..

Akhirnya ada juga orang-orang kafir Quraisy yang mencari mereka sampai ke Jabal Tsur. Ketika mereka berdiri di depan gua Tsur, Abu Bakar sudah ketakutan, “Ya Rasulullah, kalau seandainya saja mereka melihat ke bawah, maka mereka akan melihat kaki-kaki kita.”

Kekhawatiran Abu Bakar bukan sekedar tertuju kepada nasib dirinya, tetapi sebabnya yang paling pokok adalah kekhawatirannya terhadap nasib Rasulullah SAW.

“Jika aku terbunuh, maka aku hanyalah seoarng manusia. Namun jika kau yang terbunuh, maka umat tentu akan binasa,” kata Abu Bakar.

“Laa tahzan, innallaaha ma ana. Jangan kau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita,” kata Rasulullah SAW menenangkan.

Maka sebagaimana ketika orang kafir yang mengepung rumah Rasulullah SAW tapi dibuat tidak bisa melihat beliau, maka kali ini pun demikian. Walaupun mereka sudah berada di atas, di depan gua, tapi seolah-olah mereka lupa dengan tujuan mereka. “Enak juga ya udara di sini, segar ya, indah pemandangannya, luar biasa!” seperti itu, mereka lupa dengan tujuannya mencari Muhammad SAW. Mereka hanya mengobrol ringan, lalu turun lagi, kembali ke Mekkah.

Sungguh pertolongan Allah yang luar biasa..

*tobecontinued*

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link : http://www.4shared.com/mp3/RgctCYS9/sirah_nabawi_11_perintah_hijra.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s