Sirah Nabawi -part 10- Baiat Aqabah Pertama

Episode 10.2
Chapter: Baiat Aqabah Pertama

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Keberhasilan dakwah Rasulullah SAW kepada selain penduduk Mekkah juga termasuk kepada penduduk Madinah.

Alangkah baiknya kita mengetahui kondisi penduduk Madinah pada saat itu, sehingga kita dapat memahami bagaimana sejarahnya sehingga Islam bisa masuk ke Madinah.

Penduduk Madinah saat itu terbagi menjadi 3 kelompok, yakni kabilah Aus, kabilah Khazraj dan kelompok Yahudi. Kelompok Yahudi ini ada 3 kabilah, yakni Qainuqa, Nadhir dan Quraizhah. Kabilah Aus dan Khazraj ini kelak yang akan menjadi sahabat Anshar.

Pada saat itu, Aus dan Khazraj selalu berperang karena diadu domba oleh Yahudi. Yahudi Qainuqa datang ke Aus dan menjual senjata kepada mereka, Yahudi Nadhir datang ke Khazraj dan menjual senjata kepada mereka, jadi Aus dan Khazraj saling berperang dengan senjata dari para Yahudi. (begitulah Yahudi bahkan sampai sekarang)

Akhirnya, lama-lama Aus dan Khazraj bosan berperang, mereka pun bersatu. Melihat hal ini, Yahudi tidak suka, karena Yahudi tidak bisa mengalahkan Aus dan Khazraj yang bersatu.

Maka Yahudi mengatakan, “Awas kalian, kami ini adalah keturunan para nabi. Sebentar lagi akan ada seorang nabi, namanya Muhammad. Dan itu berasal dari keturunan kami. Apabila Muhammad sudah datang, maka kami pasti beriman kepadanya. Dan apabila kami bersama Muhammad, berarti kalian orang-orang kafir, kami akan memerangi kalian dan semuanya akan kami sembelih.”

Kabilah Aus dan Khazraj gentar juga dengan perkataan Yahudi tersebut, “Oh iya ya, dulu kan para nabi adalah dari keturunan Yahudi, nabi Zakaria, Yahya, Isa, Musa, semuanya keturunan Yahudi. Pasti Muhammad juga dari Yahudi. Kalau Muhammad nanti ada, mereka akan bergabung dengan Muhammad. Dan kalau Muhammad ini adalah utusan Allah, maka pasti semua programnya sukses karena ditolong oleh Allah. Waduh, tinggal nunggu hancurnya kita,” begitu pikir Aus dan Khazraj.

Maka dalam tahun-tahun itu, Yahudi selalu mengancam akan menyerang Aus dan Khazraj begitu Muhammad datang sebentar lagi.

Pada musim haji tahun ke-11 dari nubuwah, dari kabilah Khazraj ada yang berangkat haji, sebagian riwayat mengatakan hanya 6 orang saja.

Begitu sampai di kota Mekkah, Rasulullah SAW yang sedang berdakwah di luar/perbatasan kota Mekkah, bertemu dengan mereka.

“Dari mana Anda?” tanya beliau.

“Khazraj, Madinah”

“Masya Allah, itu adalah tempat yang subur, di mana pohon kurma tumbuh subur”

“Anda pernah ke sana?”

“Pernah, waktu kecil,” jawab beliau, “dan bapakku juga meninggal di sana.”

“Kau siapa?”

“Saya adalah Muhammad.”

“Muhammad siapa?”

“Saya adalah Muhammad khatamul anbiya, penutup para nabi.”

Kagetlah orang Khazraj yang sedang berhaji ini, “Wah ini yang diancamkan oleh Yahudi. Bahaya.” Mumpung Yahudi belum tahu, yuk kita dahului beriman padanya. Kalau Yahudi duluan, bahaya kita.

Maka tanpa ragu, “Muhammad, kami mau Islam,” kata mereka kepada Rasulullah SAW.

Kaget beliau, “Kalian tahu Islam?”

“Terangkan pada kami apa itu Islam,” pinta mereka.

Maka beliau pun menerangkan pokok-pokok Islam, yaitu syahadat, silaturahim, shodaqoh dan sholat. Empat itu saja, karena syariat yang lain memang belum turun.

Sekembalinya di Madinah, mereka mengumpulkan kaum Khazraj.

“Kami ketemu dengan orang yang dibanggakan oleh Yahudi.”

“Apakah kalian benar-benar yakin bahwa itu Muhammad yang dimaksudkan?”

“Kami tidak tahu, tapi kalau melihat wajahnya sih wajah orang sholeh.”

“Kalau begitu, tahun depan kita berangkat lagi.”

Alhasil, pada tahun berikutnya, musim haji tahun ke-12 dari nubuwah, mereka datang kembali ke Mekkah, dan bertemu Rasulullah SAW. Jumlahnya tidak terlalu banyak, hanya sekitar 17-20 orang, kali ini gabungan Aus dan Khazraj.

“Muhammad, kami berbaiat kepadamu,” kata mereka.

Mereka pun berbaiat kepada Rasulullah SAW, tempatnya di Aqabah, Mina. Baiat ini lalu disebut baiat Aqabah yang pertama.

Kemudian mereka mengajukan permintaan kepada Rasulullah SAW,

“Ya Rasulullah, kalaulah sudi kiranya kau mengirimkan kepada kami, seorang pengajar yang kau percaya untuk mengajarkan kami di Madinah tentang syariat Islam?”

Maka Rasulullah memilih sahabat untuk menjadi duta yang terbaik saat itu. Dialah seorang yang gagah berani, tampan, fasih bahasanya, pandai bicara, pintar, cerdas. Dialah Mushab bin Umair. Subhanallah.. Jadi Mushab adalah duta besar Rasulullah SAW yang pertama kali.

Maka berangkatlah Mushab ke kota Madinah.

*tobecontinued*

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link : http://www.4shared.com/mp3/NJSqAjmT/sirah_nabawi_10_pembukaan_hijr.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s