Sirah Nabawi -part 9- Isra’ Mi’raj (lanjutan)

Episode 9.2
Chapter: Isra’ Mi’raj (lanjutan)

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Mudah-mudahan apa-apa yang telah kita pelajari dalam Sirah Nabawi ini, membuat kita semakin mencintai Rasulullah SAW dan menjadikan pribadi beliau sebagai teladan.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Dari masjidil Aqsha, Rasulullah SAW diajak oleh malaikat Jibril as untuk mi’roj, naik ke atas langit. Beliau kembali naik ke atas Buroq, yang bergerak dengan kecepatan yang luar biasa, melebihi kecepatan cahaya, naik ke atas langit. Dan malaikat Jibril pun kecepatannya luar biasa, subhanallah..

Untuk diketahui, bahwa lamanya waktu antara dunia dengan akhirat itu sangat jauh berbeda.
(Bagi yang pernah menonton film Inception, mungkin bisa dibayangkan seperti itulah mengenai perbedaan lamanya waktu ini. Dalam dunia yang satu sudah berjalan selama 60 menit, tapi ternyata hakikatnya di dunia yang lain itu baru 60 detik.)

Di dalam Al Qur’an, diterangkan bahwa lamanya waktu 1 hari di akhirat itu sama dengan lamanya waktu 1000 tahun di dunia.

Artinya:
1 hari di akhirat = 1000 tahun
24 jam di akhirat = 1000 tahun
2.4 jam di akhirat = 100 tahun

Rata-rata usia manusia di dunia ini tidak lebih dari 100 tahun.
Subhanallah.. maka hidup di dunia ini kira-kira tidak lebih dari 3 jam di akhirat, sangat-sangat sebentar sekali!!!
Subhanallah.. dunia memang hanya sebentar, kesenangan dunia hanya kesenangan yang sedikit bila dibandingkan dengan nanti di akhirat.

Tak lama kemudian Rasulullah SAW bersama malaikat Jibril as tiba di langit pertama.

Apakah langit punya pintu?
Ya.

Setibanya di pintu langit pertama, kepada malaikat penjaganya, Jibril berkata, “Assalamu’alaykum ya malaikat penjaga langit pertama.”

Dijawab, “Wa’alaykum salam wrwb. Siapa kamu? Bersama siapa? Ada keperluan apa kemari?”

“Saya Jibril. Bersamaku adalah nabi Muhammad SAW, khatamul anbiya, penutup para nabi. Aku datang kemari untuk membawanya bertemu Allah SWT di Sidratul Muntaha”

Malaikat penjaga langit pertama berkata, “Ahlan ya Jibril, ahlan ya khatamul anbiya. Selamat datang wahai Jibril, selamat datang wahai kekasih Allah, Muhammad khatamul anbiya. Dan demi Allah, Allah tidak pernah memerintahkan kepadaku untuk membukakan pintu langit ini kecuali dengan kedatangan nabi Muhammad SAW.” Subhanallah..

Maka malaikat penjaga membukakan pintu langit pertama.

“Ya Rasulullah, ini adalah langit pertama,” kata Jibril.
Rasulullah SAW melihat ada seorang laki-laki yang sangat tinggi sekali, kira-kira 60 meter tingginya.

“Ya Jibril, siapa itu?”
“Itu adalah bapakmu, Adam.”
“Adam? Tinggi sekali…”

Jibril menerangkan, bahwa kelak semua orang yang masuk surga, tingginya sama dengan Adam, tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang pendek, semua sama tingginya. (Kabar gembira nih bagi yang tidak tinggi hehee :))

Dan usianya pun juga sama, sebaya, semua di bawah usia 33 tahun, tidak ada yang lebih, anak-bapak-kakek-buyut, semua dalam usia yang sama, di bawah 33 tahun, dan usianya tetap segitu, tidak bertambah usianya. (Seperti Edward Cullen lah.. :))

Dan semakin lama di Surga, semakin terlihat bercahaya..
(ga perlu pake Ponds udah bercahaya hehee :))

Subhanallah..

Kemudian Jibril membawa Rasulullah SAW naik lagi ke langit atas.

Setibanya di pintu langit ke-2, bertemu dengan malaikat penjaga, dan terjadi dialog yang sama seperti di langit pertama. Jibril memberi salam, malaikat penjaga menjawab salam, lalu bertanya, siapa, bersama siapa, ada keperluan apa, lalu dijawab Jibril, dia datang bersama khatamul anbiya, Rasulullah SAW hendak bertemu Allah SWT di Sidratul Muntaha.

Maka malaikat penjaga membukakan pintu langit ke-2.

Di langit ke-2, Rasulullah SAW berjumpa dengan dua nabi, yaitu nabi Isa as dan nabi Yahya as.
Rasulullah SAW pun memberi salam, “Assalamu’alaykum ya akhi wa nabiyullah Isa wa assalamu’alaykum ya akhi wa nabiyullah Yahya.”

Keduanya, nabi Isa dan nabi Yahya adalah teman baik, dan satu zaman.
Ibunya nabi Isa yaitu bunda Maryam dibesarkan oleh nabi Zakaria, sedangkan nabi Zakaria adalah bapaknya nabi Yahya. Nabi Yahya dibunuh oleh Yahudi, sedangkan Nabi Isa diangkat.

Ketika para sahabat mendengar cerita Rasulullah SAW tentang ini, mereka bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana rupa nabi Isa?”

Rasulullah menjawab, “Nabi Isa kulitnya putih, saking putihnya sampai terlihat bintik-bintik merah. Rambutnya terurai panjang menutupi telinga dan selalu terlihat basah.”
(Saya pribadi membayangkan sosok nabi Isa itu seperti sosok tokoh Aragorn dalam film Lord of The Ring. Rambutnya, raut mukanya, sesuai sekali.. just my opinion :))

Kemudian Jibril membawa Rasulullah SAW naik lagi ke langit atas.

Setibanya di pintu langit ke-3, bertemu dengan malaikat penjaga, dan terjadi dialog yang sama seperti di langit pertama. Jibril memberi salam, malaikat penjaga menjawab salam, lalu bertanya, siapa, bersama siapa, ada keperluan apa, lalu dijawab Jibril, dia datang bersama khatamul anbiya, Rasulullah SAW hendak bertemu Allah SWT di Sidratul Muntaha.

Maka malaikat penjaga membukakan pintu langit ke-3.

Masuk ke langit ke-3, Rasulullah SAW berjumpa dengan nabi yang paling ganteng, yakni nabi Yusuf as.
Rasulullah SAW pun memberi salam, “Assalamu’alaykum ya akhi wa nabiyullah shaleh, nabi Yusuf”
“Wa’alaykum salam ya akhi wa khatamul anbiya wa habibullah ya Muhammad,” jawab nabi Yusuf as.

Ketika para sahabat mendengar cerita Rasulullah SAW tentang ini, mereka bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana gantengnya nabi Yusuf?”

Semua kita tahu bahwa nabi Yusuf memang terkenal sebagai nabi yang luar biasa ganteng.

Maka Rasulullah SAW menjawab, “Nabi Yusuf itu sudah diberikan setengah kegantengan yang ada.” Subhanallah..

Jadi kalau kegantengan ini bulat, setengahnya adalah untuk nabi Yusuf, sisanya, yang seperempat adalah untuk para nabi dan rasul, dan yang seperempat lagi adalah untuk dibagi-bagi untuk kita semua, termasuk seluruh keindahan binatang, keindahan burung, keindahan ikan..
(Subhanallah.. bagaimana gantengnya nabi Yusuf ya? :))

Sampai-sampai kalau nabi Yusuf as sedang berada di suatu tempat, maka tempat itu ikut bercahaya karena saking gantengnya nabi Yusuf ini, subhanallah..

Kisah tentang karena saking gantengnya nabi Yusuf ini sehingga membuat terpukau orang yang melihatnya akan diceritakan di chapter yang lain, insya Allah..

Tapi yang ingin digarisbawahi di sini adalah, Nabi Yusuf saja gantengnya luar biasa, orang sampai terpukau melihatnya, saking gantengnya.
Melihat Yusuf saja sudah begitu, apalagi kalau kita melihat yang menciptakan nabi Yusuf?
Melihat siapa? Allah SWT.
Subhanallah..

Melihat nabi Yusuf saja sudah seperti itu, apalagi kalau melihat penciptanya nabi Yusuf, yakni Allah SWT.
Karena yang namanya nabi Yusuf itu tidak sampai seujung kuku Allah SWT, penciptaannya ataupun yang diciptakannya, sungguh Allah Maha Luar Biasa..

Dan kenikmatan yang tertinggi bagi yang masuk Surga adalah melihat Allah SWT..
(Semoga kita termasuk di dalamnya.. aamiin)

Kemudian Jibril membawa Rasulullah SAW naik lagi ke langit atas.

Setibanya di pintu langit ke-4, bertemu dengan malaikat penjaga, dan terjadi dialog yang sama seperti di langit pertama. Jibril memberi salam, malaikat penjaga menjawab salam, lalu bertanya, siapa, bersama siapa, ada keperluan apa, lalu dijawab Jibril, dia datang bersama khatamul anbiya, Rasulullah SAW hendak bertemu Allah SWT di Sidratul Muntaha.

Maka malaikat penjaga membukakan pintu langit ke-4.

Begitu masuk ke langit ke-4, Rasulullah SAW berjumpa dengan nabi Idris as.
Nabi idris ini memang wafatnya di langit ke-4, bukan di bumi.

Kisah tentang bagaimana sehingga nabi Idris wafat di langit ke-4 akan diceritakan di chapter yang lain, insya Allah..

Kemudian Jibril membawa Rasulullah SAW naik lagi ke langit atas.

Setibanya di pintu langit ke-5, bertemu dengan malaikat penjaga, dan terjadi dialog yang sama seperti di langit pertama. Jibril memberi salam, malaikat penjaga menjawab salam, lalu bertanya, siapa, bersama siapa, ada keperluan apa, lalu dijawab Jibril, dia datang bersama khatamul anbiya, Rasulullah SAW hendak bertemu Allah SWT di Sidratul Muntaha.

Maka malaikat penjaga membukakan pintu langit ke-5.

Di langit ke-5, Rasulullah SAW berjumpa dengan nabi Harun as.

Nabi Harun terkenal dengan memiliki jenggot 2 warna, wallahu’alam mengapa bisa demikian.

Setelah itu pamit, kemudian Jibril membawa Rasulullah SAW naik lagi ke langit atas.

Setibanya di pintu langit ke-6, bertemu dengan malaikat penjaga, dan terjadi dialog yang sama seperti di langit pertama. Jibril memberi salam, malaikat penjaga menjawab salam, lalu bertanya, siapa, bersama siapa, ada keperluan apa, lalu dijawab Jibril, dia datang bersama khatamul anbiya, Rasulullah SAW hendak bertemu Allah SWT di Sidratul Muntaha.

Maka malaikat penjaga membukakan pintu langit ke-6.

Di langit ke-6, Rasulullah SAW berjumpa dengan nabi Musa as.

Kata nabi Musa, “Sungguh indah rasul ini. Dia lahir jauh setelah aku, tapi umatnya jauh lebih banyak daripada aku.”
Karena memang umat nabi Muhammad SAW terus bertambah, sampai sekarang.

Setelah itu pamit, kemudian Jibril membawa Rasulullah SAW naik lagi ke langit atas.

Setibanya di langit ke-7, kaget Rasulullah..

Kenapa?
Karena di langit ke-7 ini penuh dengan malaikat.

Sampai Rasulullah SAW mengatakan, “Demi Allah, aku tidak menemukan satu jengkal pun tempat yang kosong untuk aku berjalan.”

Karena apa?
Penuh dengan malaikat.

Ada yang sedang sujud, ada yang sedang ruku’, ada yang sedang berdiri, ada yang sedang duduk.
Langit ke-7 penuh dengan malaikat.

“Ya Jibril, kita ada di mana? Tempat apakah ini?”
“Anda berada di Baitul Makmur, ya Rasulullah,” kata Jibril.

Subhanallah.. itulah Baitul Makmur tempat ibadah para malaikat. Setiap harinya 70.000 malaikat sholat di Baitul Makmur. Dan Baitul Makmur ini letaknya persis di atas Ka’bah. Jika Ka’bah ditarik lurus ke atas langit terus sampai langit ke-7 maka akan sampai pada Baitul Makmur, subhanallah..

Lalu Rasulullah SAW berjalan terus berjalan sampai beliau melihat ada seorang laki-laki yang sedang beristirahat, duduk meluruskan kakinya.

“Ya Jibril, siapa orang itu? Orang itu mirip dengan saya, siapa dia?”
“Itu bapakmu, nabi Ibrahim,” jawab Jibril. Karena memang Rasulullah SAW adalah masih keturunan langsung dari nabi Ibrahim.
(Saya membayangkan kalau saya jadi Rasulullah, pasti saya langsung berlari untuk memeluk nabi Ibrahim. Drama queen hehee :))

Rasulullah SAW mendekat, ditatapnya wajah nabi Ibrahim, mirip dengan beliau,
“Assalamu’alaykum ya abi Ibrahim, wa ya khalilullah, wa ya abul-anbiya”
Artinya,
“Assalamu’alaykum wahai ayahku Ibrahim, wahai kekasih Allah, wahai bapaknya para nabi”
Lengkap sekali Rasulullah SAW memberi salam kepada nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim menjawab,
“Wa’alaykum salam wahai anakku yang shaleh, wahai kekasih Allah yang shaleh, wahai penutup para nabi”

Subhanallah.. 3 sapaan dijawab dengan 3 sapaan.

Kemudian nabi Ibrahim berkata, “Sampaikan kepada umatmu, sesungguhnya Surga itu HAQ adanya. Maka hiasilah surga yang akan kalian tempati dengan tasbih, indahkan surga kalian itu dengan tasbih.”

Ini adalah wasiat dari nabi Ibrahim as untuk kita.
Bahwa surga itu pasti ada, maka hiasilah dengan tasbih. Jadi tasbih itu adalah hiasannya surga, aksesorisnya surga, interiornya surga.

Lalu nabi Ibrahim meneruskan, “Dan tolong sampaikan salamku kepada umat dariku, Ibrahim.”

Subhanallah.. Jadi nabi Ibrahim menitipkan salam kepada Rasulullah SAW untuk kita.

Sudahkah kita jawab?
Secara khusus, mungkin belum kita jawab.
Tapi secara tidak sengaja, kita sudah jawab.
Kapan?
Saat tahiyat dalam sholat.
“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad,
Kama shollaita ‘ala Ibrahim, wa ‘ala ali Ibrahim.”

Kenapa tidak “kama shollaita ‘ala musa, ‘ala zakaria, ‘ala isa, ‘ala yahya, ‘ala idris” ?
Tidak, tetapi “kama shollaita ‘ala Ibrahim”

Karena nabi Ibrahim lah yang menitipkan salam untuk kita pada peristiwa Isro’ Mi’roj ini.

Inilah akhlaq nabi Ibrahim yang mirip dengan akhlaq Rasulullah SAW, betapa yang dipikirkan oleh beliau adalah Umat dan Umat.
“Sampaikan salam untuk umat dariku, Ibrahim”
Subhanallah..

Maka jika kita ingin menjawab secara khusus, silakan, bisa menjawab dengan:
“Wa’alaykum salam ya nabi Ibrahim, khalilullah, wa rohmatullaahi wa barokatuh”
atau katakan,
“Ya Allah, nabi Ibrahim telah titip salam, maka kini aku menjawabnya dengan kecintaanku kepadanya, wa’alaykum salam ya nabi Ibrahim, khalilullah, wa rohmatullaahi wa barokatuh”

Kemudian setelah pamit, Rasulullah SAW bersama Jibril naik ke langit atas lagi.

Terus naik ke atas, tidak pelan, tapi secepat mungkin, kecepatan yang tidak pernah terjadi kepada siapapun kecuali kepada Rasulullah SAW. Naik dan terus naik.

Tiba-tiba Jibril berhenti.

Jibril yang besar, yang gagah, yang kuat, yang cepat, yang tidak ada makhluq yang Allah ciptakan yang melebihi Jibril, subhanallah, yang lain semuanya di bawah Jibril, bahkan jin-syetan takut dengan Jibril, sungguh luar biasa Jibril ini.

Tapi saat menjelang dekat dengan Sidratul Muntaha, tiba-tiba Jibril terlihat seperti kapas yang terkena air, layu, merunduk.

Lalu Jibril berkata, “Ya Rasulullah, aku hanya bisa mengantar Anda sampai sini. Selanjutnya Anda berangkat sendiri ke atas.”

“Ya Jibril, Anda tidak ikut naik ke atas?”
“Demi Allalh, kalau aku maju sedikit lagi, aku akan terbakar.”

Kenapa demikian?
Bukan karena terbakar api, bukan, tetapi karena saking rasa malunya, sehingga Jibril tidak mau alias segan berjumpa dengan Allah.

Saking malunya, saking hormatnya, sehingga tidak sanggup untuk berjumpa, lebih dekat lagi.

“Ya Jibril, Anda tidak ikut naik ke atas?”
“Aku duduk di sini saja, silakan Anda naik ke atas,” kata Jibril.

Subhanallah.. Itulah kejadian yang luar biasa..
Maka Rasulullah SAW menuju Sidratul Muntaha sendirian tanpa Jibril.

*tobecontinued*

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link :

http://www.4shared.com/mp3/n8z60673/Sirah_Nabawi_10B_Isro_Miraj.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s