Sirah Nabawi -part 8- Dakwah di Tha’if

Episode 8.4
Chapter: Dakwah di Tha’if

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Pada tahun kesepuluh nubuwah, Rasulullah SAW pergi ke Tha’if, yang berjarak kurang lebih 60 mil dari Mekkah. Beliau menuju ke sana dengan berjalan kaki. Sebagian ulama meriwayatkan, beliau pergi sendiri, sebagian lagi meriwayatkan beliau disertai anak angkatnya, Zaid bin Haritsah.

Tapi berita keberangkatan beliau ini sudah bocor kepada para pemuka Quraisy yang selalu menghalangi dakwah beliau. Mereka datang lebih dulu ke Tha’if, ‘siapkan orang-orang Tha’if, yang kecil yang besar, yang tua yang muda, semuanya berkumpul’. Untuk apa? Lempari Muhammad.

Astaghfirullah..

Abu Jahal datang langsung, “Hai orang-orang Tha’if, akan ada 2 orang gila datang ke sini. Yang satu namanya Muhammad, satunya lagi Zaid.”

Sehingga sesampainya Rasulullah SAW di Tha’if, tiba-tiba beliau disambut dengan lemparan, lemparan kotoran, lemparan batu. Sehingga kaki beliau luka berdarah-darah. Padahal beliau datang dengan penuh kecintaan kepada orang Tha’if, sampai di sana malah dilempari.

Rasulullah SAW berlari melindungi diri dari lemparan, luar biasa sakit yang beliau rasakan. Orang-orang yang jahat yang melempari beliau berteriak, “Dia yang gila sudah datang. Tukang sihir sudah datang.” Semakin sedih hati beliau.

Beliau terus berlari untuk mengamankan diri hingga tiba di suatu kebun yang berada di antara Tha’if dan Mekkah.

Tepatnya pas maghrib, suasana dalam keadaan gelap, beliau sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa, hanya mengangkat kedua tangannya, dalam perasaan sakitnya Rasulullah SAW berdoa..

“Allahumma, Ya Allah, hanya kepada-Mu aku mengadukan semua kelemahanku
Wahai yang Maha Pengasih di antara para pengasih
Engkau adalah Rabb-nya orang-orang yang lemah dan aku adalah orang yang lemah
Engkaulah Rabbku, Tuhanku..

Ya Allah, kepada siapa hendak kau serahkan jiwa ini?
Apakah jiwa ini akan diserahkan kepada musuh-musuh-Mu di kota Mekkah?
Atau akan diserahkan kepada orang Tha’if yang wajahnya bengis?

Ya Allah, seandainya semua peristiwa ini tidak mengundang marah-Mu, aku tidak peduli dengan semua apa yang terjadi
Sebab sungguh teramat luas afiat yang Engkau limpahkan kepadaku.

Ya Allah, aku berlindung dengan cahaya Wajah-Mu yang menyinari segala kegelapan
Dan yang karenanya urusan dunia dan akhirat menjadi baik
Agar Engkau tidak menurunkan kemarahan-Mu kepadaku atau murka kepadaku
Engkaulah yang berhak menegurku hingga Engkau ridha

Tidak ada daya dan kekuatan selain dengan-Mu
Laa haula wa laa quwwata illaa bika..”

Sedang berdoa sambil berurai air mata, Jibril datang ke hadapan beliau. Padahal malaikat tidak punya nafsu, tapi mendengar doa beliau, Jibril sampai datang, seperti yang trenyuh hatinya.

“Muhammad, lihat di belakangku”

“Siapa ini ya Jibril?”

“Ini adalah 2 malaikat penjaga gunung Tha’if. Jika kau minta kepada Allah untuk menghancurkan orang Tha’if ini, dia menawarkan diri ya Rasulullah.”

Apakah Rasulullah SAW mau orang Tha’if dihancurkan seperti itu? Tidak.

Sejak wahyu pertama, iqro’, bacalah, maka sudah ditegaskan bahwa mukjizat beliau adalah ilmu, ilmu dan ilmu. Artinya, sudah tidak ada lagi penghancuran umat, seperti di masa nabi Nuh, kaum ‘Ad, kaum Tsamud ataupun seperti terhadap Fir’aun dan pengikutnya. Namun, kehancuran umat nabi Muhammad SAW adalah dengan ilmu, seperti ketika manusia saling perang dengan peluru kendali. Jadi seolah-olah kehancurannya adalah dengan ilmunya sendiri.

Lalu Rasulullah SAW berdoa,

“Allahumma, Ya Allah, ampuni umatku. Mereka sesungguhnya tidak tahu kebenaran. Maka berilah kebenaran ya Allah terhadap mereka.”

Subhanallah.. betapa mulianya Rasulullah SAW.

Dikabulkan tidak doa beliau tersebut? Ya, dikabulkan. Setelah futuh Mekkah, 13 tahun kemudian, orang-orang Tha’if berbondong-bondong masuk Islam. Subhanallah..

*tobecontinued*

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link : http://www.4shared.com/mp3/wpYebq5w/sirah_nabawi_09_boikot.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s