Sirah Nabawi -part 7- Hijrah Pertama ke Habasyah

Episode 7.1
Chapter: Hijrah Pertama ke Habasyah

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Berbagai tekanan yang dilancarkan oleh orang-orang kafir Quraisy semakin keras dari hari ke hari dan bulan ke bulan. Hampir semua sahabat mendapat siksaan ini, seperti Utsman bin Affan, Sa’ad bin Abi Waqqash, bahkan Abu Bakar ash Shiddiq pun juga mendapat siksaan dari orang-orang kafir Quraisy.

Maka Rasulullah SAW berdoa meminta kepada Allah SWT, kira-kira tempat mana yang paling baik untuk hijrah. Inilah hijrah yang pertama kali.

Dalam kondisi yang sempit dan terjepit ini, turun Surat Al-Kahfi, sebagai sanggahan terhadap berbagai pertanyaan yang disampaikan orang-orang musyrik kepada Rasulullah SAW.

Surat ini meliputi tiga kisah, di samping di dalamnya terkandung isyarat yang pas dari Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman.

Kisah pertama, tentang Ashhabul-Kahfi yang diberi petunjuk untuk hijrah dari pusat kekufuran dan permusuhan, karena dikhawatirkan mendatangkan cobaan terhadap agama, dengan memasrahkan diri kepada Allah SWT.

“Dan apabila kalian meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Robb kalian akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepada kalian dan menyediakan sesuatu yang berguna bagi kalian dalam urusan kalian.”
(QS Al Kahfi 18:16)

Kisah kedua, tentang Khidr dan Musa, yang memberikan suatu pengertian bahwa berbagai faktor tidak selamanya bisa berjalan dan berhasil dengan bergantung kepada riel semata, tapi permasalahannya bisa berbalik total tidak seperti yang tampak.

Di sini terdapat isyarat yang lembut bahwa usaha memerangi orang-orang muslim bisa membalikkan kenyataan secara total dan orang-orang musyrik yang berbuat semena-mena terhadap orang-orang muslim yang lemah itu bisa dibalik keadaannya.

Kisah ketiga, tentang Dzil-Qarnain, yang memberikan suatu pengertian bahwa bumi ini adalah milik Allah SWT, yang diwariskan-Nya kepada siapapun yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya, bahwa keberuntungan hanya diperoleh di jalan iman, bukan di jalan kekufuran, bahwa dari waktu ke waktu Allah senantiasa akan menurunkan orang yang siap membela dan menyelamatkan orang-orang yang lemah, seperti Ya’juj dan Ma’juj pada zaman itu, bahwa yang layak mewarisi bumi ini adalah hamba-hamba Allah yang shalih.

Kemudian turun surat Az-Zumar yang mengisyaratkan hijrah dan menyatakan bahwa bumi Allah ini tidaklah sempit.

“Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan, bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
(QS Az-Zumar 39:10)

Saat itu Islam belum masuk ke Madinah. Maka Rasulullah SAW memilih Habasyah. Beliau sudah tahu bahwa raja Najasyi, raja yang berkuasa di Habaysah adalah seorang raja yang adil, tak bakal ada seorang pun yang teraniaya di sisinya.

Rasulullah SAW mengatakan, “Kalau kau mau menyelamatkan diri, menyelamatkan akidah, maka hijrahlah, biar lancar, enak ibadah, tidak ada siksaan. Hijrahlah ke Habasyah, karena di sana ada raja Najasyi yang adil, tak bakal menzhalimi yang dipimpinnya.”

Yang pertama kali berangkat hijrah ke Habasyah adalah Utsman bin Affan, bersama istrinya, Ruqayyah, putri Rasulullah SAW.

Sebuah hadits, shahih, menyatakan bahwa, yang pertama kali hijrah setelah nabi Luth as, adalah Utsman bin Affan. Nabi Luth saat itu hijrah dari kota/kampungnya untuk menyelamatkan akidahnya. Setelah nabi Luth hijrah, tidak ada lagi nabi yang lain yang hijrah. Jauh setelah masa nabi Luth, yang kemudian berhijrah adalah Utsman bin Affan.

Setelah itu diikuti oleh beberapa sahabat yang lain, seperti Abu Hudzaifah, Mushab bin Umair, Zubair bin Awwam, Ummu Salamah dan Abu Salamah juga ikut berhijrah ke Habasyah.

*tobecontinued*

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link :

http://www.4shared.com/mp3/-_6HYwpd/sirah_nabawi_08_hijrah_pertama.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s