Sirah Nabawi -part 6- Islamnya Abu Bakar Ash-Shiddiq

Episode 6.3
Chapter: Islamnya Abu Bakar Ash-Shiddiq

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Salah satu orang yang pertama kali masuk Islam adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Ash-Shiddiq adalah gelar yang disematkan pada Abu Bakar. Shiddiq artinya yang tidak ragu untuk membenarkan sesuatu yang benar. Yakin, tegas tanpa keraguan sedikitpun.

Abu Bakar adalah sahabat Rasulullah SAW yang sangat dekat, sahabat sejak kecil, mereka teman bermain ketika kecil, pun ketika sudah tumbuh jadi pemuda. Abu Bakar tahu bagaimana baiknya beliau, dan sebaliknya, beliau pun tahu bagaimana baiknya Abu Bakar.

Ketika Rasulullah SAW diangkat (dilantik) menjadi nabi dan rasul, Abu Bakar sedang berdagang ke Syam (Syiria). Jadi keduanya belum bertemu bertemu lagi satu sama lain.

Saat itulah Abu Bakar bermimpi. Di dalam mimpinya dia melihat bulan purnama, bulan purnama ini muncul dari kota Mekkah, keluar dan naik ke langit atas, lalu ternyata turun kembali ke kota Mekkah, kemudian bulan purnama ini pecah dan pecahannya sampai ke tiap-tiap rumah yang ada di kota Mekkah.

Setelah itu bulan purnama bersatu kembali, lalu naik ke atas, tepat berada di atas Ka’bah, tiba-tiba turun ke pangkuan Abu Bakar.

Abu Bakar terbangun dari mimpinya, dia berpikir apa artinya. Maka bertanyalah Abu Bakar pada seorang pendeta/rahib, apa arti mimpinya tersebut.

Pendeta mengatakan, melihat dari mimpi itu, bahwa pertama, sudah lahir (dilantik) di kota Mekkah ini seorang nabi akhir zaman. Kedua, “Nabi akhir zaman ini akan menjadi temanmu, bahkan dia akan tertidur di pangkuanmu,” ujar pendeta tersebut pada Abu Bakar. Subhanallah..

Maka Abu Bakar segera berangkat kembali ke kota Mekkah. Perdagangannya diwakilkannya pada orang kepercayaannya. Dengan cepat dia memacu kudanya menuju Mekkah.
Setibanya di kota Mekkah, seseorang menghampirinya.
“Hai Abu Bakar, kau tahu tidak apa yang dibicarakan orang tentang sahabatmu?”
“Sahabatku siapa?”
“Muhammad”
“Ada apa dengan Muhammad?”
“Masak Muhammad mengaku kalau dia membawa wahyu Allah, kalau dia nabi, kalau dia rasul?”
“Siapa yg mengatakan begitu?”
“Muhammad sendiri”
“Muhammad bicara begitu?”
“Ya”

Abu Bakar langsung mencari Rasulullah SAW, dipacunya kudanya menuju rumah beliau.
“Wahai Muhammad, kau ada di dalam?” tanya Abu Bakar yang baru saja turun dari kudanya di depan rumah Rasulullah SAW.
“Aku ada di sini wahai Abu Bakar. Ada apa?” jawab beliau.
“Muhammad, benar tidak yang dibicarakan orang Mekkah, kalau kau mengaku seorang nabi dan rasul?”
“Benar”

Tahu tidak apa yang dikatakan Abu Bakar mendengar jawaban Rasulullah SAW?

Abu Bakar langsung berkata, “Asyhadu anla ilaaha illAllah, wa asyhadu annaka Muhammad Rasulullah. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa kau Muhammad adalah Rasulullah, utusan Allah.” Subhanallah..

Begitulah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Shiddiq, tidak ada keraguan sama sekali dalam dirinya, begitu cepat dia membenarkan kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Yakin, tegas tanpa keraguan sedikitpun, itulah Abu Bakar ash-Shiddiq.

*tobecontinued*

kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link :

http://www.4shared.com/mp3/grHMBHqT/sirah_nabawi_07_dakwah_pertama.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s