Mengenal Rasulullah SAW Secara Fisik

Rasulullah saw memiliki paras yang indah (ganteng) dan bercahaya. Tidak ada yang mampu menggambarkan wajahnya kecuali membandingkan dengan bulan purnama.

Muhammad SAW

Muhammad SAW

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Karena hari kamis ini kita memperingati (-bukan merayakan-) hari lahirnya Rasulullah Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal, maka ini adalah chapter spesial, yaitu:

“Mengenal Rasulullah Secara Fisik”

Rasulullah Muhammad SAW lain daripada yang lain karena kesempurnaan penciptaan fisik dan akhlak beliau, yang tidak cukup hanya digambarkan dengan kata-kata. Akibatnya, semua hati pasti akan mengagungkan dan menyanjung beliau, yang tidak pernah diberikan kepada selain beliau. Orang-orang yang hidup berdekatan dengan beliau, pasti akan mencintai beliau, tak peduli apapun yang bakal menimpa mereka. Hal ini terjadi karena memang kesempurnaan diri beliau, yang tidak pernah dimiliki siapapun.

Berikut ini akan kami paparkan ringkasan beberapa riwayat yang menjelaskan keindahan dan kesempurnaan fisik beliau, yang tentunya penjelasan ini pun masih sangat terbatas.

Rambut Janggut Rasulullah

Rambut Janggut Rasulullah SAW

Rasulullah SAW adalah orang yang sangat bersih, bagus perawakannya, wajahnya berseri-seri, tampan dan menawan.

Beliau tidak jangkung dan tidak pendek, orang yang perawakannya sedang-sedang, tidak gemuk dan tidak kurus.

Warna kulit beliau putih bersih, tidak coklat, tapi tidak terlalu putih (tidak pucat). Maksud dari putih bersih adalah tidak ada noda kuning atau merah atau juga noda warna-warna lain. Sebagian ada yang mengatakan kulit beliau kemerah-merahan.

Beliau memiliki paras yang rupawan, tampan dan bercahaya. Tidak ada yang mampu menggambarkan wajahnya kecuali membandingkan dengan bulan purnama.

Kulit wajah beliau sangat halus, sehingga ketika marah dan senang sangat terlihat sekali. Jika sedang gembira, wajah beliau berkilau seakan-akan wajah beliau adalah sepotong rembulan. Jika sedang marah, wajah beliau merah, seakan-akan di kedua tulang pipinya terbelah buah delima.

Kening beliau lebar. Lekuk kedua alisnya sangat indah, di antara dua alisnya berkilat bagaikan perak, lebih-lebih ketika tertawa.

Kedua mata beliau sangat hitam, bulu matanya panjang dan lentik.

Hidung beliau tidak mancung dan tidak pesek. Giginya tersusun rapi. Jika tertawa, hanya tersenyum.

Memiliki bibir yang paling indah dan menawan. Pipinya lembut. Kedua rahangnya tidak terlalu panjang dan tidak pula tembem.

Memiliki jenggot yang lebat. Karena beliau sangat suka memelihara jenggot dan menggunting kumis.

Leher beliau sangat indah, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Setiap kali terkena sinar matahari dan hembusan angin, lehernya berkilau seperti perak bercampur emas.

Sandal Rasulullah SAW

Sandal Rasulullah SAW

Memiliki dada yang bidang, tegak bagaikan cermin dan putih bagaikan bulan.

Memiliki punggung yang lebar dan bahu yang bidang. Di antara kedua bahunya terdapat stempel kenabian atau cincin nubuwah (cincin para nabi, tanda kenabian) seperti telur burung merpati, yaitu di sebelah pundaknya yang kanan.

Rambut beliau sangat indah, hitam dan lebat, tidak keriting dan tidak pula lurus, yaitu ikal. Rambut beliau sampai menyentuh pundak, tetapi pendapat yang lebih kuat mengatakan bahwa rambut beliau sampai daun telinga. Uban yang ada di kepala dan jenggot tidak lebih dan kurang dari tujuh belas helai.

Telapak tangan beliau lebar, sangat lembut melebihi lembutnya sutra dan wangi seperti parfum, seakan-akan baru mengeluarkannya dari tempat penyimpanan minyak wangi. Setiap orang yang bersalaman dengannya akan merasakan wanginya sepanjang hari. Apabila tangannya diletakkan di atas kepala anak kecil maka kepala anak itu berbeda dengan kepala anak-anak lainnya karena aroma wangi yang keluar dari kepalanya.

Keringat yang keluar dari wajah beliau bagaikan butir-butir mutiara, wanginya melebihi harum minyak wangi. Beliau tidak melewati suatu jalan lalu seseorang membuntutinya, melainkan orang itu bisa mengetahui bahwa beliau telah lewat, dari keharuman bau keringatnya.

Langkah-langkah kaki beliau lebar dan jalannya tenang. Ketika berjalan, seakan-akan sedang berjalan di jalanan yang menurun, tegap dan tenang. Tanpa ada kesombongan yang terlihat dari jalannya. Jika menoleh, seluruh badannya ikut menoleh.

Siapapun yang memandang beliau tentu enggan pada beliau. Siapa yang bergaul dengan beliau tentu akan mencintai beliau.

Subhanallah.. Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Sumber: Tazkiyatun Nafs, Sa’id Hawwa dan Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s