Sirah Nabawi -part 4- Dalam Lindungan Nubuwah

Episode 4.8
Chapter: Dalam Lindungan Nubuwah

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Setelah mengulang bacaan ayat Al Qur’an yang disampaikan oleh Jibril di gua Hira’ dengan hati yang bergetar, masih diliputi rasa takut dan terkejut, Rasulullah SAW lari turun ke bawah.

Ketika dalam perjalanan turun itulah, didengarnya banyak yang memberi salam pada beliau, “Assalamu’alayka ya Rasulullah..”

Siapa yang memberi salam? Benar, pepohonan, batu, pasir, semua makhluk memberi salam pada Rasulullah SAW. Namun, karena beliau tidak tahu itu, yang beliau lihat adalah di situ tidak nampak orang satupun, maka bertambah takutlah beliau.

Bayangkan saja, kalau kita lagi sendirian di kamar, lalu tiba-tiba ada suara asing memberi salam, sedangkan tidak ada seorangpun di rumah, wajar kalau takut kan? Apalagi kalau tiba-tiba datang makhluk tak dikenal, langsung nanya, “Hei, namamu siapa?” Nama sendiri saja kita bisa lupa saking takut dan terkejutnya, boro-boro bisa menghapal ayat yang disampaikan. Karena mendadak datangnya, dan tidak kenal pula.

Maka seandainya Rasulullah SAW penakut, pasti beliau akan lupa ayat yang disampaikan Jibril, tapi beliau ini cerdas dan pintar. Sehingga dalam keadaan seperti itu saja, beliau dapat menghapal wahyu yang disampaikan, iqro’, bismirobbikalladzi kholaq, dan seterusnya. Subhanallah..

Akhirnya sampailah beliau di rumah. Dengan badan masih gemetar, beliau berkata kepada istrinya, Khadijah, “Selimutilah aku, selimutilah aku! Berikanlah air yang dingin di kepalaku karena aku ini kepanasan.”

Maka beliau diselimuti hingga badan beliau tidak lagi menggigil layaknya terkena demam.

“Aku khawatir terhadap keadaan diriku sendiri,” beliau menceritakan apa yang terjadi di gua Hira’, “Mungkin ada jin atau syetan yang menggangguku?” Itulah kebimbangan yang dirasakan beliau sebagai manusia biasa, subhanallah..

Mungkin bagian inilah yang diadaptasi oleh para penulis cerita fiksi atau film, seperti kisah spiderman atau manusia-manusia super lainnya, setelah mendapat “blessing”, dia bingung, bimbang, tak mengerti, mencari jawaban: Aku ini apa? Aku siapa? Intermezzo saja hehee J

Kembali ke kisah Rasulullah SAW, beliau tidak mengira bahwa beliau-lah yang dipilih Allah SWT menjadi nabi akhir zaman.

Tapi lihatlah peran seorang perempuan shalihah, Siti Khadijah, semoga yang kaum hawa bisa meneladaninya, dalam keadaan suaminya bingung, bimbang, tak yakin dengan dirinya, maka Khadijah tampil meyakinkannya, menyemangatinya dengan menyebutkan kebaikan-kebaikannya.

Khadijah berkata, “Tidak. Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya, karena sesungguhnya engkau suka menyambung tali persaudaraan, kau yang selalu menolong orang-orang yang lemah, kau yang selalu memberi makan pada fakir miskin, kau yang selalu menjamu tamu dengan baik dan menolong orang yang menegakkan kebenaran.” Subhanallah..

Kemudian Khadijah membawa beliau pergi menemui Waraqah bin Naufal.

*tobecontinued*


kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link :

http://www.4shared.com/mp3/Zf13GKLE/Sirah_Nabawi_05_Khodijah_dan_W.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s