Sirah Nabawi -part 4- Peletakan Hajar Aswad

Episode 4.5
Chapter: Peletakan Hajar Aswad

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Setelah renovasi bangunan Ka’bah rampung, timbul permasalahan baru, yaitu siapa yang berhak mendapat kehormatan menyimpan Hajar Aswad di tempatnya semula.

Karena semua kabilah merasa paling berhak sehingga hampir menjurus kepada pertumpahan darah.

Kabilah Abu Dzar, dengan membawa darah di sebuah wadah, menyatakan,
“Kalau seandainya bukan aku yang meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya,” dia masukkan tangannya ke wadah yang berisi darah, lalu memperlihatkan tangannya yang berlumuran darah, “berarti perang.”

Kabilah Bani Makhzum juga melakukan hal yang sama, beberapa kabilah yang lain juga demikian, semua membawa darah, siap perang.

Akhirnya, Abu Umayyah bin Al-Mughirah Al-Makhzumy, seorang pemuka Mekkah yang sudah berusia sekitar 120 tahun berkata,
“Wahai pemuka-pemuka Arab, kalau kalian terus-menerus berkelahi, berantem, perang, lalu siapa yang akan mengurus Mekkah? Bagaimana Mekkah akan terbangun kalau pemimpinnya tidak bersatu? Lebih mendahulukan kepentingan masing-masing?”

“Saya menawarkan satu jalan keluar. Bagaimana kalau masalah ini kita serahkan kepada orang yang pertama kali masuk ke sini melalui pintu Syaibah itu, setuju?”

Semua setuju. Maka mereka menunggu dengan berdebar siapa yang akan masuk pertama kali.

Tiba-tiba ada seseorang yang masuk dari pintu Syaibah, ternyata orang itu adalah Rasulullah SAW, subhanallah.. Allah menghendaki orang yang berhak tersebut adalah Rasulullah SAW.

Begitu melihat beliau, semua langsung berujar,
“Dia Al-Amin. Kami ridho dengan hukumnya Muhammad Al-Amin, Muhammad yang terpercaya”
Subhanallah..

Lalu Rasulullah SAW duduk di antara mereka.
“Wahai Muhammad, kami ada masalah. Kami ingin menyimpan Hajar Aswad di tempatnya semula, tapi kami berbeda pendapat, masing-masing kami ingin mempunyai kemuliaan tersebut. Bagaimana menurutmu?”

“Begini saja,” beliau membuka sorbannya, menggelarnya di tengah, lalu meletakkan Hajar Aswad tepat di tengah-tengah sorbannya.
“Wahai seluruh kabilah, silakan setiap pimpinan kabilah memegang ujung sorban ini.”

Maka setiap pimpinan kabilah memegang ujung sorban yang di tengahnya diletakkan Hajar Aswad itu, lalu bersama-sama mengangkat sorban tersebut dan berjalan menuju tempat Hajar Aswad yang semula.

Sesampainya di sana, beliau mengambil Hajar Aswad, lalu disimpan oleh tangannya Rasulullah SAW ke tempatnya semula. Subhanallah..

Maka permasalahan perbedaan pendapat pada waktu itu dapat diselesaikan oleh Rasulullah SAW dengan cara yang sangat jitu dan diridhoi semua orang. Maka terbuktilah bahwa beliau bisa menyelesaikan permasalahan umat. Ini terjadi ketika usia beliau belum mencapai 40 tahun.

*tobecotinued*


kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link :

http://www.4shared.com/mp3/Zf13GKLE/Sirah_Nabawi_05_Khodijah_dan_W.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s