Sirah Nabawi -part 4- Berdagang ke Syam dan Yaman

Episode 4.2
Chapter: Berdagang ke Syam dan Yaman

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad..

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada teladan kita, Nabi yang paling mulia, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa salam, beserta keluarga, sahabat-sahabat dan seluruh kaum muslimin yang setia menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, kita lanjutkan sirah nabawi-nya..

Setelah menikah, maka Rasulullah SAW kini full time mengolah bisnis harta Khadijah. Beliau sering melakukan perjalanan perdagangan ke Syam dan ke Yaman.

Apa hikmahnya?

Sesungguhnya ini adalah tarbiyah dari Allah SWT, sebagai persiapan beliau kelak saat menjadi nabi dan rasul, bahwa sesungguhnya kau Muhammad datang ke Syam dan Yaman untuk mengetahui sifat-sifat mereka.

Syam adalah pusat perdagangannya orang Romawi dan Persia. Pada waktu itu, Raja Romawi dan Raja Persia itu selalu mengolah keuangannya di Syam.

Maka, dengan Rasulullah SAW sering datang ke Syam, tinggal selama 1 atau 2 minggu atau 1 bulan, berinteraksi dengan orang-orang Romawi dan Persia, seolah-olah beliau sudah diajarkan bagaimana sifat mereka yang nanti akan dihadapinya ketika beliau sudah mengemban tugas risalah kenabian.

Karena nanti Islam akan berkembang ke Romawi dan Persia. Sehingga sedikitnya Rasulullah SAW telah mengetahui bagaimana adat kebiasaan mereka.

Misalnya, dalam adat Arab, untuk penghormatan bukan mencium tangan, melainkan mengecup keningnya. Itu adalah bentuk hormat saya kepada anda. Jadi para ulama tidak ada yang memberikan tangannya untuk dikecup, kalau tangannya diambil, dia tarik, tapi kalau keningnya, tidak ada masalah. Karena penghormatan di sana itu adalah kecup kening. Demikian.

Subhanallah,..

Hikmah yang sama juga saat beliau berdagang ke Yaman.
Yaman adalah pusat perdagangannya orang-orang Arab. Berbagai kabilah Arab bertemu dan melakukan transaksi perdagangan di sana.

Analoginya, seperti Indonesia, ada suku Betawi yang beda adat-istiadatnya dengan suku Sunda, atau Jawa, atau Madura, atau dengan Medan. Walaupun sama-sama Indonesia, namun berbeda adatnya.

Arab pun begitu. Sama-sama Arab, namun setiap kabilah berbeda adatnya. Maka dengan berdagang ke Yaman, beliau seolah-olah dikenalkan, beginilah adat kebiasaan berbagai kabilah Arab.

Bisa dipahami ya?

Jadi, Allah SWT tidak ujug-ujug langsung main tunjuk, Muhammad kau jadi nabi dan rasul, tidak, tapi Allah SWT mempersiapkan beliau dengan mentarbiyahnya dalam berbagai hal, termasuk dari segi pergaulan dan adat kebiasaannya. Subhanallah..

*tobecontinued*


kisah ini dalam versi audio mp3 Ceramah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link :

http://www.4shared.com/mp3/Zf13GKLE/Sirah_Nabawi_05_Khodijah_dan_W.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s