Sirah Nabawi -part 2- Keberanian Abdul Muththalib

Episode 2.4
Chapter: Keberanian Abdul Muththalib

Pada pertemuan dengan kakek Rasulullah -Abdul Muththalib, Abrahah bertanya,

“Wahai pemuka Quraisy, apa yang membuat Anda datang kemari? Tugas apa, apa yang kau inginkan sehingga engkau datang kemari?”

Allahu Akbar! Simak apa jawaban Abdul Muththalib.

“Saya, datang ke sini untuk meminta 200 ekor kambing,” tegas Abdul Muththalib.

Maka saat itu Abrahah kaget bercampur marah.

“Dasar Arab! Dasar pikirannya rendah! Aku sudah turun dari singgasanaku, dan aku mau duduk di karpet, kiranya mau musyawarah yang besar, mau musyawarah tentang pertempuran Ka’bah. Kau ini seorang pemuka Quraisy, tapi ke sini hanya untuk meminta 200 ekor unta dikembalikan?”

Atau unta atau kambing, karena di sini  ada sejarah/riwayat unta atau kambing.

“Dasar Arab! Kau ini seorang pemuka Quraisy yang sudah aku hargai, aku sambut di depan pintu, aku turun dari singgasanaku, aku duduk di karpet, kiranya kau ini mau bermusyawarah tentang Ka’bah yang agung, sudah saya hormati dengan mengatakan, apa yang membuat anda datang kemari, eeh malah tiba-tiba, jawabannya, yang membuat saya datang ke sini, kembalikan 200 ekor kambing milik saya.”

Ga nyambung benerrr…

Lalu Abrahah marah dan berdiri, rugi, sudah menyambut dan turun trus duduk di karpet, rugi!

Tapi lihat perkataan Abdul Muththalib setelahnya, “Memangnya tujuan Anda mau apa ke sini?”

“Saya datang ke Mekkah untuk menghancurkan Ka’bah. Malah kau yang dikatakan penghuni Mekkah, yang lahir di Mekkah, masak kau tidak mau melawan kami? Dengan pasukanmu mungkin yang ada untuk menghalangi kami menghancurkan Ka’bah. Bukannya cuma meminta 200 ekor kambing itu.”

Tahukah jawaban Abdul Muththalib? Subhanallah.. Lihat perkataannya, kemungkinan jawaban ini tidak pernah terpikirkan oleh kita sekarang ini.

“Wahai raja,” kata Abdul Muththalib, “aku ini adalah tuannya kambing. Aku ini yang memiliki kambing maka kewajibanku untuk menjaga kambing-kambingku. Aku selamatkan, itu kambingku.

Kalau Ka’bah ini yang memilikinya Allah, maka Allah yang pasti akan menjaganya.”

Subhanallah. Lihat kualitas keimanan Abdul Muththalib. Subhanallah..

“Sekarang kembalikan semua harta yang kau ambil, ternak kambing, unta, sapi, semuanya kembalikan,” tuntut Abdul Muththalib.

Maka dikembalikan semuanya oleh Abrahah.

“Kapan kamu akan menghancurkan Ka’bah?” tanya Abdul Muththalib menantang.

“Aku akan menghancurkannya sekian hari lagi,” jawab Abrahah.

“Kalau begitu, saya akan bawa kembali dulu semua ternak ini, setelah itu saya akan kosongkan kota Mekkah.”

Subhanallah.. Lihat keberanian Abdul Muththalib.

Dibawanya semua ternaknya, kemudian dibagikan kepada yang berhak. Setelah itu semua penduduk kota Mekkah kumpul di depan Ka’bah, dengan wajah sedih karena akan berpisah dengan Ka’bah. Yang nangis ya nangis..

Abdul Muththalib pun memegang Ka’bah dan berkata,

“Wahai Allah yang memiliki rumah ini, jagalah rumahMu, jagalah rumahMu.. bagaimana terserah engkau ya Allah, jagalah.”

Semua menunduk di hadapan Ka’bah, isak tangis tak tertahan karena sedih. Setelah itu semuanya keluar dari kota Mekkah, berpencar naik ke gunung, untuk menyaksikan Abrahah dan pasukannya.

*tobecontinued*


kisah ini dalam versi audio mp3 Cermaah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link :

http://www.4shared.com/mp3/cWrAMroW/Sirah_Nabawi_03_Abrahah_n_Maul.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s