Sirah Nabawi -part 1- Masuknya Abrahah ke Yaman

Episode 1.9
Chapter: Masuknya Abrahah ke Yaman

Pada cerita sebelumnya, Tubba’ yang kejam telah membunuh 20 ribu orang dengan api dalam lubang Ukhdud.

Ternyata, ada yang selamat dari kejahatan Tubba’ ini, satu orang, namanya Daus bin Tsa’labah. “Kalau begitu saya harus minta tolong,” pikirnya. “Ini bukan masalah daerah dan daerah, tapi ini masalah agama.”

Akhirnya Daus memutuskan untuk berangkat ke Romawi yang waktu itu beragama Nasrani.

Menghadaplah Daus pada Kaisar Romawi, “Wahai Kaisar Romawi, saya ini beragama Nasrani. Tolong kasihani saya. Dua puluh ribu penganut agama Nasarni dibunuh oleh Tubba’ Yaman. Sekarang tolong hantam Yaman.”

Kaisar Romawi menyanggupinya.

Karena jarak Romawi ke Yaman cukup jauh, maka Kaisar Romawi mengirim utusannya ke Najasyi raja Habasyah, untuk menyelamatkan umat Nasrani di Yaman. Habasyah ini kalau sekarang adalah wilayah Ethiopia.

Maka Najasyi mengirim pasukan yang begitu banyak untuk menyerang Yaman, dengan dipimpin oleh 2 jendral, yaitu Aryath dan Abrahah. Jadi ternyata Abrahah ini bukanlah orang Yaman asli, melainkan dari Habasyah.

Singkat cerita, Yaman kalah, lalu dikuasai oleh kedua jendral tersebut, Abrahah dan Aryath. Kalau satu negara dipimpin oleh 2 jendral, masing-masing punya pasukan, pasti berantem.

Maka, kedua jendral tersebut berduel. “Kalau saya yang kalah, pasukanku untukmu. Kalau kamu yang kalah, pasukanmu untukku.”

Abrahah menang. Aryath terbunuh oleh Abrahah.

Akhirnya Yaman dipimpin oleh seorang raja bernama Abrahah.

Mendengar kabar satu jendralnya terbunuh, apalagi karena kedua jendralnya saling berantem, saling membunuh, maka Najasyi marah. Saking marahnya, dia bersumpah, “Demi Allah, saya akan injak rambutnya Abrahah di pasir Yaman.”

Abrahah kaget mendengar berita ini, ketakutan. Lalu apa yang Abrahah lakukan?

Dia cukur rambutnya sampai habis. Dia ambil batu. Di batu itu dia hamparkan pasir Yaman. Jadi rambutnya dihamparkan di pasir Yaman itu. Lalu dikirimnya ke Najasyi.

Utusannya mengatakan, “Wahai Najasyi, saya ini disuruh oleh Abrahah untuk menyampaikan keinginan Anda yaitu untuk menginjak rambut Abrahah di pasir Yaman.

Ini rambutnya, ini pasir Yaman, silakan injak.”

Subhanallah! 🙂

Lalu setelah itu ada surat khusus dari Abrahah, permohonan maaf dan pengagungan terhadap Najasyi. Akhirnya  Najasyi tidak jadi marah. Subhanallah.. pintar ya Abrahah ini. 🙂

Kemudian Najasyi menantang Abrahah, “Kalau kau memang menghormati aku, buktikan penghormatanmu itu”

Maka dari situ, Abrahah mendirikan tempat peribadatan namanya Al Qulais. Al Qulais ini merupakan suatu bangunan yang sangat tinggi sebagai tempat ibadahnya orang-orang Nasrani.

Saat itu pemerintahan Abrahah semakin berkembang, maka dikirimlah surat ke jazirah Arab agar orang Arab pun datang beribadah/berhaji ke Qulais ini. Tapi karena orang Arab sudah mempunyai tempat berhaji, yaitu Ka’bah di Mekkah, maka tidak ada yang datang ke Al Qulais.

Abarahah bertanya-tanya kenapa tak ada yang datang. Ketika akhirnya Abrahah mengetahui bahwa orang-orang Arab memiliki tempat ibadah sendiri yaitu Ka’bah di Mekkah, maka timbullah niat buruk dari Abrahah, yaitu ingin menghancurkan Ka’bah di Mekkah.

*tobecontinued*

kisah ini dalam versi audio mp3 Cermaah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link :

http://www.4shared.com/mp3/Dr1odBBh/Sirah_Nabawi_02_Adyan.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s