Sirah Nabawi -part 1- Asal Muasal Kemusyrikan di Jazirah Arab

Episode 1.5
Chapter: Asal Muasal Kemusyrikan di Jazirah Arab

Sejak masa nabi Ismail as, Mekkah dalam agama yang benar, dalam akidah yang benar, Islam, yang intinya menyembah kepada Allah, meng-esa-kan-Nya. Hal ini berlangsung terus bahkan sampai ratusan tahun berikutnya walaupun nabi Ismail as sudah meninggal. Kabilah Jurhum juga tetap berada di Mekkah dalam kurun waktu tersebut.

Sampai akhirnya, tiba masanya ketika suatu kabilah, bernama kabilah Khuza’ah, merasa iri dengan kemakmuran kabilah Jurhum di Mekkah ini. Salah satu faktor penyebab kemakmuran ini adalah karena adanya Ka’bah yang selalu dikunjungi orang untuk beribadah ke sana, sehingga perekonomian Mekkah lancar.

Maka, kabilah Khuza’ah berencana merebut kota Mekkah dari kabilah Jurhum. Setelah penyerangan, kabilah Khuza’ah dapat menguasai Mekkah, namun kabilah Jurhum tidak mau kalah telak. Sebelum pergi dari Mekkah, kabilah Jurhum menutup air zam-zam, sehingga tidak ada lagi jejak air zam-zam.

Dengan pemimpinnya yang bernama Amru bin Luhay, kabilah Khuza’ah masuk menguasai Mekkah yang telah kehilangan sumber air zam-zam nya.

Suatu ketika, Amru bin Luhay pergi ke Syam. Di sana dia melihat suatu kabilah yang sedang sujud menyembah berhala, lalu dia bertanya kepada mereka mengapa sujud ke berhala.

“Inilah tuhanku, ini yang menurunkan kebaikan kepadaku, ini juga yang sebenarnya memberikan hujan kepadaku,” jawab mereka.

Ketika disebut hujan, Amru bin Luhay teringat bahwa di Mekkah tidak ada air. Maka saat itu dia meminta, “Berikan kepadaku satu berhala yang paling besar.”

Lalu dibawalah berhala yang paling besar, namanya Hubal, dan disimpan di Mekkah di samping Ka’bah. Kemudian Amru bin Luhay berkata,
“Sekarang kalian harus menyembah patung ini. Karena ini yang akan memberikan manfaat pada kalian. Ini yang akan menjaga kalian. Ini yang akan menurunkan hujan untuk kalian.”

Amru bin Luhay ini adalah pemimpin yang jika mengatakan a harus a, jika b harus b, tidak ada satupun yang bisa membangkang perintahnya. Sehingga sejak itu, menyembahlah orang-orang Mekkah kepada patung ini.

Belum cukup sampai di situ, atas bisikan jin, Amru bin Luhay memerintahkan agar patung-patung berhala kaum Nuh, seperti patung Wud, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr, yang sudah terkubur, digali lagi, lalu disimpan di Ka’bah untuk disembah juga, na ‘udzu billah..

Berbagai kemusyrikan semakin merajalela, sampai ada satu peraturan dari Amru bin Luhay, bahwa tiap-tiap rumah harus menyimpan patung di depannya dan harus thowaf di depan patung itu sebelum masuk rumah, ada juga peraturan siapa yang mau keluar dari kota Mekkah harus thowaf di patung berhala, dan bagi orang Mekkah harus membawa patung buatan Mekkah.

Itulah Amru bin Luhay, orang yang pertama kali memasukkan agama majusi, agama penyembah berhala dan kemusyrikan ke Mekkah.

Maka Rasulullah mengatakan dalam salah satu haditsnya (shahih), “Saya melihat Amru bin Luhay ditarik ususnya oleh malaikat masuk neraka. Karena Amru bin Luhay lah yang pertama kali menjadikan kemusyrikan di Arab.”

*tobecontinued*

kisah ini dalam versi audio mp3 Cermaah oleh ustadz Abi Makki bisa didownload atau streaming dari link :

http://www.4shared.com/mp3/Dr1odBBh/Sirah_Nabawi_02_Adyan.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s