Blocking Waktu Sholat

Dalam agenda harian kita, seharusnya, yang pertama di-blokir adalah waktu sholat, barulah kemudian kegiatan-kegiatan yang lain. Kenyataannya yang seringkali terjadi adalah, pas masuk waktu sholat, eeh, ngetik belum selesai, laporan belum rampung, ini belum beres, itu belum kelar, duh..

Padahal seharusnya yang terjadi adalah sebaliknya, kita blok terlebih dahulu waktu shalat kita, sediakan space dalam agenda harian kita, untuk shalat 5 waktu dan tidak diisi oleh kegiatan lain.

Maka insya Allah kegiatan lain akan menyesuaikan waktu shalat kita itu, karena kita sudah memblokir space kapasitas ruhiyah kita, sementara kegiatan lain akan mengisi sisanya.

*diadaptasi dari : Isti’ab ad-Da’awy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s